DPW DKI Jakarta dan Depok

Majelis Tadarus Sirah (03): Di Senja Peradaban (3)

0 235

Majelis Tadarus Sirah  (03) : Di Senja Peradaban (3)

Oleh: Ustadz Murtadha Ibawi

Kemajuan imperium Romawi sebagai salah satu super power yang pernah eksis selama berabad-abad lamanya. Namun kemajuan tersebut hanya nampak dalam wujud bangunan fisik, namun  merosot pada aspek  adab merupakan hakikat dan inti dari peradaban itu sendiri.

Bagaimana dengan Persia?

Persia tidak jauh berbeda. Di balik nama besarnya, tersimpan coreng hitam peradaban yang teramat busuk.

 

Incest alias perkawinan sedarah adalah perbuatan nista yang ditolak oleh semua agama. Fitrah manusia yang masih lurus, pasti menolak hal ini. Namun tidak dengan Persia. Bahkan hal ini terjadi pada raja mereka. Manusia biasa yang mereka yakini setengah dewa.

 

Jika kejahiliyahan semacam ini terjadi di lingkup istana, apatah lagi masyarakat bawahnya? Belum lagi soal ketidak adilan dan kesewenang-wenangan raja terhadap rakyatnya sendiri.

 

Maka dunia pun kelak menyaksikan, Islam benar-benar datang untuk menyelamatkan mereka. Menempatkan mereka sebagai hamba dari Rabbul ‘Alamin. Bukan penghambaan kepada sesama hamba yang hina.

 

Dunia pun menyaksikan, Islam betul-betul menarik mereka keluar dari gelapnya kezhaliman. Mereka diajak untuk menikmati indahnya keadilan yang terang benderang.

 

Dunia juga menyaksikan, mereka benar-benar ditempatkan sesuai fitrahnya sebagai manusia. Hingga menjadi semulia-mulia makhluk, jika bertaqwa. Manusia diajak untuk benar-benar menjadi ahsani taqwiim, sebaik-baik ciptaan.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya: “..sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya..” (QS At Tin: 4)


Penulis : Murtadha Ibawi (Pendiri Majelis Tadarus Sirah)

 

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: