DPW DKI Jakarta dan Depok

Di Silatnas Hidayatullah, Bilal Philips Bicara Kiat Mendidik Generasi Sahabat

0 99
Dr. Abu Ameenah Bilal Philips, Dai internasional saat berbicara pada  Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah yang digelar di Kampus Gunung Tembak, Balikpapan. Usai Shalat Jumat (23/11).

(Balikpapan) wahdahjakarta.com – Sejumlah tokoh nasional dan internasional terus berdatangan meramaikan helatan Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah yang digelar di Kampus Gunung Tembak, Balikpapan.

Usai Shalat Jumat (23/11), giliran Dr. Abu Ameenah Bilal Philips, dai internasional yang berkesempatan mengisi di Masjid Agung ar-Riyadh, Balikpapan.

Di hadapan sepuluh ribu lebih peserta Silatnas, Abu Ameenah, demikian ia disapa, menuturkan tema “Mendidik Generasi Sahabat yang Baru, Persoalan dan Solusinya”.

Ribuan peserta Silatnas Hidayatullah saat menyimak paparan dari Bilal Philipsh

Doktor kelahiran Jamaika tersebut lalu memotivasi peserta dengan menjelaskan hadits Nabi Muhammad Shallallau alaihi wasallam tentang iman manusia yang paling menakjubkan.
Dijelaskan, iman tersebut rupanya bukan milik malaikat atau nabi atau sahabat yang hidup bersama mereka. Tapi mereka justru orang beriman yang hidup di akhir zaman. Mengimani al-Qur’an tapi tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah.

“Inilah yang menjadi tantangan buat umat Islam. Sebab yang dikenal dari kaum Muslimin justru sebagiannya adalah keburukan dan kekurangan” kata Bilal.

“Kita dikenal suka menyontek, mencuri, dan mengambil hak orang lain,” ucapnya

“Maka satu-satunya cara memperbaiki itu dengan menghasilkan generasi baru yang lebih baik imannya,” lanjut dai internasional yang kini bermukim di Qatar itu.

Kata Bilal, cara yang sederhana adalah komunikasi efektif antara orangtua dan pendidik. Hal ini dianggapnya sebagai titik lemah pada dunia pendidikan saat ini. Dimana sebagian mereka berbeda pandangan soal tujuan dan proses pendidikan itu sendiri.

Terakhir Bilal juga menyoroti soal sekularisasi ilmu yang dianggapnya membahayakan iman umat Islam.

“Itulah kenapa berkah ilmu dan amal itu bisa hilang,” pungkasnya kembali mengutip hadits soal keutamaan ilmu yang bermartabat.[fry]

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: