DPW DKI Jakarta dan Depok

Diduga Menista Islam, Tretan Muslim dan Choky Pardede Minta Nasehat ke MUI

0 263

Diduga Menista Islam, Tretan Muslim dan Choky Pardede Minta Nasehat ke MUI

(JAKARTA) wahdahjakarta.com –Dua komika Tretan Muslim dan Choky Pardede dikabarkan meminta nasehat kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait kasus yang tengah mereka hadapi. Seperti diketahui Tretan dan Choky menjadi sorotan netizen karena membuat video yang isinya mengolok-olok agama.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis membenarkan perihal kedua komika tersebut memohon kunjungan ke MUI untuk meminta nasehat. “Ya betul. Senin hari ini mereka mengirim surat ke MUI guna meminta nasehat,” ujar Kyai Cholil, Senin (22/10/2018).

Dikatakan Kyai Cholil, MUI belum bisa menjawab permohonan mereka. “Belum bisa kami putuskan. Nanti dibahas dulu di rapat pengurus MUI,” jelas Kyai Cholil.

Lebih lanjut, Kyai Cholil meminta agar kasus ini diselesaikan Tretan dan Muslim di ranah media sosial. “Karena kan mereka juga bikinnya di media sosial, silakan selesaikan di media sosial. Jika ada netizen yang merasa terusik dengan video mereka, silahkan lapor ke pihak kepolisian. MUI siap menjadi saksi ahli di pengadilan. Bersalah atau tidaknya nanti diputuskan di pengadilan,” ungkap Kyai Cholil.

Kyai Cholil mengingatkan kepada komika atau pihak manapun, agar tidak menjadikan agama sebagai bahan candaan atau lawakan.  Kasus komika yang tersandung lelucon SARA ini bukan pertama kali terjadi.

“Ini sudah sekian kali komika menjadikan agama sebagai bahan olok-olok, lucu-lucuan. Tentu ini bikin gaduh. Bagaimana biar jera? Laporkan saja ke pihak kepolisian,” tegas Kyai Cholil.

Jagad maya dihebohkan dengan video dua komika yakni Tretan Muslim dan Coki Pardede yang disebut-sebut isinya menistakan agama.  Dalam video tersebut, Tretan Muslim-Coki Pardede sedang memasak daging babi dicampur dengan kurma dan madu.

Video penistaan agama tersebut berada di Youtube milik Muslim. Namun diketahui video tersebut sudah dihapus dari list video Youtube Muslim. Muslim membuat konten video bernama Last Hope Kitchen yang tujuannya memasak tanpa harus mencicipi.

Dalam video itu, Muslim ingin memasak babi yang dinilai haram di agama Islam dicampur dengan kurma. Dia dan Coki Pardede juga seperti biasanya memberi lawakan terhadap suatu obyek.

“Untuk pertama kalinya dalam hidup saya melihat daging babi. Nggak bau ya (pas cium daging babi). Coba kita dengarkan, neraka, neraka, api neraka, babi ini neraka. Saya akan memasak daging babi. Ini keren ya seorang chef memasak tanpa dicicipi. Kalau orang Islam bagian terbaik dari babi, dibuang. Tidak ada yang terbaik dari alharamin. Karena daging babi haram, kita akan campurin unsur-unsur Arab, kurma dan madu. Sangat Arab, sangat Timur Tengah sekali. Kira-kira apa yang terjadi makanan haram babi ini dicampur dengan makanan barokah dari kurma dan madu,” ucap Muslim dalam vlognya.

“Sebenarnya karena persiapannya kurang prepare ya, kalau bisa dapatin air zam-zam kan menarik juga dong. Ada daging babi dicampur ini minumnya air zam-zam,” timpal Coki.

“Jadi bagaimana ceritanya kalau sari-sari kurma masuk ke dalam pori-pori apakah cacing pitanya akan mualaf. Kita tidak tahu dong. Dalam (daging babi) ini kan ada cacing pita,” kata Coki Pardede lagi.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis meminta masyarakat untuk melaporkan ke pihak terkait. Kasus komika menjadikan agama sebagai bahan lawakan bukanlah yang pertama kali terjadi.

Menurut Kyai Cholil, video tersebut sudah terkategori mengolok-olok agama. “Soal mau makan bagi yang makan ya silahkan tapi jangan menghina keyakinan orang lain,” tegas Kyai Cholil.

[Syaf/voaislam/wahdahjakarta.com]

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: