DPW DKI Jakarta dan Depok

Dihujani Teror Pasca Buat Petisi Stop Iklan “Shopee Blackpink”: Maimon: Allah Sebaik-baik Pembalas

0 180

Kami Bersama Maimon Herawati

(Jakarta) wahdahjakarta.com— Maimon Herawati pembuat petisi stop iklan “Shopee Blackpink” di laman petisi online change.org mengalami teror melalui pesan singkat (SMS) dan pesan Whatsapp.

“Nomor saya dibombardir telepon, SMS, WA sampai sekarang. Tidak berhenti-henti. Kontennya mulai dari nama binatang, anggota tubuh, sampai ajakan mesum”, ujarnya sebagaimana dilansir dari hidayatullah.com, Kamis (13/12/2018).

Hingga hari ini (Kamis) Teh Imon sapaan akrabnya masih terus dibombardir teror. “Nomor (handphone) ini masih diteror. Saya meninggalkannya dalam HP yang tidak dibawa ke mana-mana. Akun FB (Facebook) utama kena suspend, akun IG (Instagram) hilang”, imbuhnya.

Menghadapi berbagai teror ini ia menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Ta’ata sebaik-sebaik pembalas.

“Kembalikan kepada Allah. Allah sebaik-baik pembalas. Mereka (peneror, red) sangat bisa diseret ke pengadilan dengan UU ITE. Saya sedang menimbang-nimbang”, ucap dosen Jurnaslistik salah satu Perguruan Tinggi di Jawa Barat ini.

Maimon membuat petisi itu pada hari Jumat (07/12/2018) pekan kemarin. Ia melayangkan petisi tersebut karena menilai iklan “Shopee Blackpink” amoral dan tak pantas.

“Sekelompok perempuan dengan baju pas-pasan. Nilai bawah sadar seperti apa yang hendak ditanamkan pada anak-anak dengan iklan yang seronok dan mengumbar aurat ini? Baju yang dikenakan bahkan tidak menutupi paha. Gerakan dan ekspresi pun provokatif. Sungguh jauh dari cerminan nilai Pancasila yang beradab.

Apa pesan yang hendak dijajalkan pada jiwa-jiwa yang masih putih itu? Bahwa mengangkat baju tinggi-tinggi dengan lirikan menggoda akan membawa mereka mendunia? Bahwa objektifikasi tubuh perempuan sah saja?” tulis Maimon dalam petisi tersebut yang hingga Kamis (13/12/2018) pukul 17. 25 telah didukung oleh 122.286 tanda tangan. []

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: