DPW DKI Jakarta dan Depok

Diikuti Puluhan Ribu Massa Aksi 211 Minta Aktor Pembakaran Kalimat Tauhid Diusut Tuntas

0 111

(Jakarta) wahdahjakarta.com- Aksi damai menyikapi pembakaran  bendera bertulisakan kalimat tauhid di Garut 22 oktober 2018 lalu digelar di Jakarta, Jum’at (02/11/2018).

Ribuan massa dari berbagai elemen umat Islam menghadiri aksi yang disebut taksi 211 atau Aksi Bela tauhid II ini.

“Kita semua tahu, bahwa bendera (yang dibakar) tersebut merupakan bendera yang sangat dimuliakan umat muslim, jadi kami ingin ikut membela bendera bertulis kalimat mulia itu dengan ikut membelanya lewat aksi ini” tutur Taufik (19) pesera aksi asal Bogor kepada wahdahjakarta.com.

Pantauan wahdahjakarta.com massa mulai berdatangan secara bergelombang sejak pagi.  Massa memadati kawasan masjid Istiqlal menjelang Shalat Jum’at.

Usai shalat Jum’at massa longmarch  menuju arah istana negara, Jln. Merdeka Utara. Namun karena akses menuju istana diblokade maka massa terkosentasi di patung kuda. Para tokoh pimpinan aksi bergantian menyampaikan orasi.

Diantara tokoh yang hadir menyampaikan orasi bunda Neno Warisman.  “Kami para barisan emak dan kaum wanita akan selalu berada di bawah panji-panji Rasulullah, dibawah kalimat tauhid Laa ilaaha illallah. Tidak boleh takut, tidak boleh surut. Kebenaran harus tetap diperjuangkan, ucapnya penuh semangat.”

Hadir pula tokoh ulama Betawi KH. Abdul Rasyid Syafi’i.  Beliau menyatakan, aksi ini diharapkan  mempengaruhi pemikiran masyarakat mengenai bendera tauhid yang disebut sebagai bendera HTI.

“Ini adalah bukti kecintaan umat Islam kepada kalimat tauhid yang kemarin dihina dengan cara dibakar oleh oknum banser”, ujarnya kepada wahdahjakarta.com di sela-sela aksi.

“Memang ini saat yang sangat tepat kita menunjukkan kecintaan kita sehingga yang akan datang tidak ada lagi siapapun yang berani berbuat hal yang sama di Indonesia” tuturnya.

Ada yang menarik dalam aksi 211  ini. Sebuah bendera  tauhid dengan panjang puluhan meter dikibarkan oleh ormas Nahdhatul Ummah asal Jatinangor, Sumedang  Jawa Barat dalam perjalanan konvoi menuju patung kuda.

Pukul 14.45 perwakilan peserta aksi 211 menemui Menko Polhukam Wiranto di kantor Kemenko Polhukam. Dalam pertemuan ini perwakilan massa menyampaikan tuntutan dan permintaan ummat Islam kepada pemerintah Indonesia terkait pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.

Pertama, massa meminta kepada pemerintah membuat pernyataan resmi bahwa bendera yang dibakar bertulis kalimat tauhid, bukan bendera yang mewakili organisasi masyarakat manapun.

“Kami menuntut Pemerintah Indonesia membuat pernyataan resmi bahwa bendera tauhid adalah bendera Rasul Allah, bukan ormas manapun,” ujar juru bicara aksi 211 Awit Mashuri dalam jumpa pers bersama Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam.

Kedua, menuntut agar pemerintah melakukan proses hukum kepada semua para  yang terlibat pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid tersebut.

Menurut Awit, tak cuma pelaku lapangan, tetapi juga auktor intelektual di balik kasus pembakaran tersebut.

Rep : FSY

Ed  : Sym

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: