Buletin Al Balagh Edisi 3 Th 1439 H

0 373
Buletin Al Balagh Edisi 3 Th 1439 H
  • Version
  • Download 19
  • File Size 1.13 MB
  • Create Date October 7, 2017

Buletin Al Balagh Edisi 3 Th 1439 H : Merindu Surga

Di tengah beratnya siksaan yang dialaminya, seorang wanita yang teguh mempertahankan keimanannya berucap dengan penuh tawakkal:
“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Surga ...."

Doa itu ia panjatkan beberapa saat menjelang ajalnya dalam kesyahidan. Untaian kalimat yang diucapkannya ini diabadikan dalam Al Qur'an. Doa selengkapnya dapat ditemukan dalam surah at-Tahrim (66) ayat 11. Wanita mulia itu bernama Asiyah istri dari seorang penguasa yang terkenal sepanjang masa Fir ’aun. Tak hanya sombong dan kejam, sang suami benar-benar telah melampaui batas. Banyaknya pengikut dan besarnya pengaruh kekuasaanya hingga ia mengaku sebagaituhan tertinggi. Karena mengimani risalah tauhid yang dibawa oleh nabi Musa ‘alaihissalam, Asiyah pun harus rela menerima siksaan pedih dari suami dan pengikutnya. Surga yang dirindukan menjadi harapan dan cita-cita terbesarnya, sehingga  beratnya kepedihan yang ia rasakan seolah tidak diperdulikannya. Akan tetapi, siksaan-siksaan itu justru semakin menguatkan keimanannya. Akibat beratnya ujian keimanan yang dihadapinya, Asiyah pun akhirnya meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan algojo, pengikut setia Fir’aun. Keteguhan Asiyah memper tahankan aqidahnya mendapat pujian dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sabdanya; “Laki-laki yang sempurna banyak, sedangkan wanita yang sempurna hanyalah Asiyah istri Fira’un dan Maryam bintu Imran”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Cobaan yang dia alami jika ditimpakan atas wanita sekarang, mungkin akan membuat mereka lebih memilih menyerah daripada mengalami siksaan berat seperti yang dialaminya. Tak  jarang kita saksikandi berbagai media bagaimana seorang figur atau tokoh publik yang dengan mudahnya melepas keyakinannya. Mereka menjadi murtad (na’udzubillah),
demi mendapatkan keridhaan manusia yang dipujanya. Ada pula yang memilih menempuh jalan yang dibenci Allah justru karena sebuah sunnah yang diakuinya. Namun karena kuatnya  arus perasaan yang menguasainya hingga akhirnya mampu menggoyahkan keyakinannya. Kita tentunya benar-benar memahami seperti apa kedudukan Asiyah saat itu. Beliau adalah  seorang istri raja. Gemerlap dunia mampu diraihnya, fasilitas istana dan segala kemewahannya juga dapat dengan mudah dinikmatinya. Biasanya para istri raja jugaakan saling bersaing  mendapatkan cinta dan memalingkan pandangan sang raja, bahkan tidak sedikit yang bersaing dengan tidak sehat. Namun, apa yang telah dipilihnya? Ia lebih memilih kemuliaan di sisi Allah, bukan pengakuan atau pandangan manusia. Betapapun kecintaan dan kepatuhannya pada suami.

Merindukan Surga

Surga adalah puncak kenikmatan dan harapan setiap muslim dalam kehidupan akhirat nanti. Begitu indahnya surga, karenanya jiwa dan pikiran manusia sulit untuk menggambarkannya.  Surga dideskripsikan dalam hadits qudsi sebagai: (sesuatu yang tak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, bahkan terpikirkan dan terbersit oleh indra  perasaan manusia).

Penggambaran surga yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memang hampir tak mampu kita gambarkan dengan nalar dan imajinasi kita yang terbatas ini. Betapa sulit membayangkan kenikmatan yang demikian besar, seperti istana, kemah-kemahnya, perhiasannya, sungai yang mengalir dan luas  kebun, buah-buahannya, dan juga penghuninya (anak-anak, pelayan dan pasangan dari kalangan bidadari). Sungguh kemampuan imajinasi kita akan terbentur pada keterbatasannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi,” (Terjemahan QS Ali Imran: 133).  Dari ayat di atas, juga dapat dipahami bahwa beramal atau beribadah karena mengharap Surga-Nya bukanlah sesuatu yang tercela, sebab ia adalah perintah dari ar-Rahman.  Adanya pernyataan yang mengatakan; “Aku beribadah bukan karena mengharap surga,” maka dengan membaca kembali ayat di atas dengan tadabbur akan mencukupkannya dalam  menjawab syubhat tersebut.

Bahkan dalam salah satu hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda; “Apabila kalian berdoa kepada Allah, mintalah kepada-Nya  surga al Firdaus. Karena surga Firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atas surga ini ada Arsy Allah ar-Rahman. Dari surgafirdaus, bersumber mata air sungai- sungai ke seluruh surga.” (HR. Bukhari).

Download Buletin Al Balagh Edisi lainnya di : http://wahdahjakarta.com/download/

Leave A Reply

Your email address will not be published.