DPW DKI Jakarta dan Depok

Farhan Mas’ud; Anak Peternak Yang Bercita-cita Jadi Hafidz, Da’i dan Enterpreneur

 “Saat mulai menghafal saya merasa kesulitan karena belum terbiasa, namun seiring perjalanan waktu saya pelan-pelan merasakan kemudahan dalam menghafal Al-Qur’an”.

131
Farhan Mas’ud

wahdahjakarta.com-, Farhan Ma’sud merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara dari pasangan Muhsin Pemma dan Nursa’adah. Sehari-hari kedua orang tuanya bekerja sebagai peternak ayam dan lebah di desa Sepaso Barat Kecamatan Bengalon Kapupaten Kutai Timur Kalimantan Timur (Kaltim).

Saat ini Farhan duduk di kelas IX SMP Al-Qur’an (Pesantren Tahfidz) Wahdah Islamiyah Cibinong Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Remaja penggemar olah raga sepak bola ini telah menghafal 26 Juz. Perjalannya dalam menghafal Al-Qur’an tidak mulus, karena awalnya Farhan merasakan kesulitan dalam menghafal.

Ia mulai menghafal sejak kelas VI Sekolah Dasar (SDN 010 Bengalon). Ketika memulai menghafal  ia merasa sangat berat.

“Saat mulai menghafal saya merasa kesulitan karena belum terbiasa, namun seiring perjalanan waktu saya pelan-pelan merasakan kemudahan dalam menghafal Al-Qur’an”, tutur Farhan.

Saking sulitnya remaja berusai 14 tahun yang hobi membaca ini hanya dapat menghafal 1 juz selama setahun. Tapi ia tetap semangat dan optimis, meskipun pernah merasa bosan.

“Awalnya saya merasa bosan karena sulit menghafal dan hafalan cepat hilang”, ungkapnya.

Ia tetap optimis dan semangat mengahafal Al-Qur’an karena dukungan dan motifasi orang tua dan kedua kakaknya yang lebih dulu menghafal Al-Qur’an.

Selain itu ia bersemangat menghafal karena ingin mendapat syafa’at Al-Qur’an pada hari kiamat  nanti.

“Tujuan saya menghafal al-qur’an karena ingin mendapatkan berbagai keutamaan para penghafal Qur’an, salah satunya adalah mendapat syafaat dari alqur ’an di hari kiamat kelak   sekian”, ujarnya.

Saat ini ia merasakan kemudahan dalam menghafal Al-Qur’an, walaupun kadang masih dihinggapi rasa bosan dan jenuh untuk menjaga hafalan. Tetapi ia tetap bertekad untuk terus menyelesaiakan dan memperlancar hafalannya.

Baginya mengulangi dan memperlancar hafalan merupakan agenda seumur hidup bagi seorang hafidz.

“Bagi saya muraja’ah adalah kewajiban seumur hidup mereka yang telah memutuskan untuk menghafal Al-Qur’an”, ucapnya.

Oleh karena itu selain menambah hafalan remaja yang bercita-cita ingin jadi hafidz dan  Da’i entrepreneur ini, setiap hari selalu mengulangi hafalannya minimal 1 juz/hari.  Ia berharap dapat menyelesaikan setoran hafalan 30 juz sebelum Ujian Nasional (UN) tahun 2020. []

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.