DPW DKI Jakarta dan Depok

Gerhana Bulan dan Totalitas Penghambaan Pada Sang Pencipta

0 187

Gerhana Bulan dan Totalitas Penghambaan Pada Sang Pencipta

Khutbah Shalat Gerhana Bulan (28/07/2018) Dikeluarkan oleh Dewan Syariah Wahdah Islamiyah

‎إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

‎مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

‎يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

‎أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Kaum Muslimin rahimakumullah

Saat cahaya bulan yang gemerlap pudar dan tenggelam pada pekatnya malam

Saat Matahari yang terang benderang tiba  tiba tersungkur dan hilang cahayanya terbalut kegelapan

Sungguh itu semua hanyalah butir – butir makhluk ciptaan Allah Ta’ala yang takluk, tunduk dan takut pada Pencipta yang kuasaNya meliputi semua tanpa batas , Allah Subhanahu wa Ta’ala.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”. ( QS .Al-Hajj : 18 )

Alam semesta seluruh nya adalah ayat -ayat Allah, yang sejatinya adalah petunjuk bagi manusia yang sadar diri untuk kembali kepada ketaatan dan penyerahan diri yang sempurna kepada sang Pencipta.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman , mengingatkan kita semua :

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di semua penjuru semesta dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS. Fushilat :53)

Dan Dia pun menggugah inti kesadaran kehambaan ini dengan firman-Nya :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآَيَاتٍ ِلأُولِي الْأَلْبَابِ(190)الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran 190-191).

Kesadaran kehambaan ini akan mengantar manusia pada tasbih semesta dan ketundukan alam raya hanya kepada Allah Azza wa Jalla.

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Bertasbih ( mensucikan ) Allah segala apa yang di langit dan Bumi dan Dia adalah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( QS. Al Hadid :1)

Gerhana Bulan yang terjadi ini adalah bukti nyata ketaklukan alam dan istislam ( berserah dirinya ) ia  pada obsolut dan mutlaknya kuasa dan titah Ilahy, sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam:

إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله، لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته، ولكن الله تعالى يخوف بها عباده

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah, tidak terjadi gerhana pada keduanya disebabkan kematian dan kelahiran seseorang, sungguh Allah menjadikan (gerhana) pada keduanya agar hamba-hambaNya merasa takut. (HR. Bukhari No. 1048 dan Muslim No. 911)

Peristiwa ini mengantar kita pada suatu kesadaran diri akan tidak berdayanya manusia di hadapan kuasa mutlak Ilahi Rabbi.

Allahu Akbar

Bagai setetes air di lautn luas ,atau sebutir pasir di padang Sahara,,,

Kaum Muslimin – Rahimakumullah

Kesadaran kehambaan ini akan mengantar sang hamba sejati untuk mematrikan satu rasa yang agung , Al Khauf ,rasa takut yang mencerahkan pada dirinya

Betapa tidak , jika matahari dan bulan saja tunduk, takluk dan takut padaNya, betapa tak tahu diri  dan naifnya seorang manusia yang tiada berdaya di hadapan kekuasaan Allah jika ia demikian sombong ingin mengatur manusia  dengan aturan  yang bertentangan dengan hukum dan aturan Allah.

‎أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? ( QS. Al Maidah :50)

Betapa nistanya seorang hamba, saat semua fasilitas kehidupan telah diberikan oleh Allah Ta’ala , namun justru ia  gunakan untuk bermaksiyat dan durhaka kepada sang Pemberi nikmat itu , Allah Subhanahu wata’alaa

Sepanjang apapun langkah ini, pasti akan berakhir, sejauh apapun pencapaian kita suatu saat akan terhenti, karena dunia ini sementara pasti akan fana dan sirna

Pada saatnya kaki yang kita pakai melangkah ini akan jadi saksi di pengadilan Allah yang akan menentukan akhir abadi kita :

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. Ya-Sin :65)

Semuanya akan sirna dan fana

Tubuh dan jasad yang rupawan akan hancur dimakan tanah

Harta yang melimpah akan sirna dan tak mungkin dibawa mati

Pangkat, jabatan , ketenaran dan semua keluarga dan sanak saudara akan  ditinggalkan atau meninggalkan kita .

Lalu jika demikian, mengapa kita dibuat berlari liar oleh harapan semu dan fatamorgana ini ?!

Mengapa terlalu naif untuk menukar kenikmatan sejati dalam taat dengan nikmat sesaat yang bagai meneguk air laut yang tak pernah menuntaskan dahaga.

‎‫أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyu’ (tunduk) hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik” [QS. Al-Hadiid : 16].

Ya ,,, sungguh telah tiba saatnya

hati ini ini ditundukkan ,

dielus dan dikendalikan untuk taat kepada Allah .

Dimerdekakan dari gelitik syahwat yang menyengsarakan.

Dituntun untuk berjalan dalam cahaya terang syariatNya .

Sungguh kehidupan yang tertata dengan aturan Ilahi adalah kehidupan yang indah dan bahagia .

Syariat ini diturunkan semata untuk kebaikan dan kemaslahatan manusia , bukan untuk menyulitkan dan menyengsarakan .

Alangkah indahnya kehidupan yang tertata dalam syari’at Allah , saat Al Qur’an menjadi pegangannya,saat As Sunnah menjadi  petunjuk Nya.

Alangkah indahnya taubat dan kembali kepada Allah itu, saat kening dan dahi merapat tunduk  dalam sujud- sujud yang khusyu’ .

Alangkah indahnya saat- saat tangan menengadah dalam munajat- munajat penuh harap .

Alangkah indahnya saat tangan- tangan dermawan berbagi rezki Allah pada sesama , anda takkan bisa membahasakan bahagiamu saat senyum merekah dari mereka yang selama ini menangis kelaparan saat anda berbagi sesuap nasi pada mereka.

Alangkah indahnya ukhuwah  dalam ikatan iman , saat membersamai dakwah mengajak hamba- hamba Allah ke rumah- rumah Allah , seakan bercengkrama hendak masuk ke pintu- pintu Syurga .

Alangkah indahnya ketaatan , alangkah indahnya ketaqwaan , alankah indahnya hidup dalam bimbinganNya , dalam hidayahNya

Selama hayat masih dikandung badan , jangan terlambat untuk kembali kepadaNya .

Karena Dia , Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang itu telah menyiapkan kebahagian , kemenangan yang sejati di balik rukuk dan sujudmu kepadaNya .

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, ruku`lah kamu, sujudhah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan”. ( QS. Al-Hajj : 77)

أقول قولي هذا و أستغفر الله لي و لكم من كل ذنب إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ

وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ و سلم و بارك عَلَى نبينا و سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و من سار على نهجه الى يوم الدين

أَيـُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. أَمَّا بعد

Sungguh suatu keniscayaan dan keharusan untuk selalu kembali saat kaki telah terlalu jauh melangkah menjauh dari shiratil Mustaqim.

Sekarang saatnya , saat Allah mempertakuti kita dengan Bulan dan Matahari yang semua tunduk dalam kekuasaannya .

Sekarang saatnya untuk kembali , untuk memperbaharui pertaubatan kita .

Sebelum semuanya gelap dan tak ada terang lagi , sebelum mata terpejam dan tak bisa terbuka lagi .

Ya Allah yang Maha Penyayang

Sayangilah kami , rahmati kami yang penuh dosa ini

Ampuni kami yang datang dengan kesalahan yang menggunung, yang bertaburan bagai pasir di pantai

Wahai Rabb Yang Maha Pengampun

Tak sanggup kami menengadah dalam kemurkaanMu

Tak sanggup kami menanggung amarahMu

Sungguh tak sanggup kami berjalan tanpa petunjukMu

Ampuni kami Ya Allah

Runtuhkan bukit – bukit dosa kami yang tinggi menjulang , ratakan dengan ampunanMu yang tiada dapat tertolak bagi hamba yang Engkau Rahmati

Wahai Rabb yang Maha Menatap

Pandanglah kami dengan pandangan Rahmat dan kasih sayangMu

Basuh jiwa kami dengan sejuknya ayat-ayatmu

Bersihkanlah dada kami dari semua kesyirikan, kekufuran dan kefasikan

Bimbing hati kami untuk selalu takut padaMu dan berharap tiada henti akan belas kasihMu

Sayangi kami, sayangi kedua orang tua kami , anak – anak dan keturunan kami . Satukan kami di dunia dalam indahnya ketaatan dan padukan kami dalam nikmat abadi dalam SyurgaMu .

Ya Allah , bagikan kebahagiaan bagibsemya saudara kami yang teraniaya , tolonglah mereka , dan berikan kemenangan sejati atas mereka

ربنا ءاتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار

‎اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

‎ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

‎رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُوَّاتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَن لَا يَرْ

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: