DPW DKI Jakarta dan Depok

GNPF Ulama Bogor: Sembuhkan Pengidap LGBT dengan Pendekatan Agama

sembuhkan LGBT
0 198
sembuhkan LGBT

GNPF Ulama Bogor: Sembuhkan Pengidap LGBT dengan Pendekatan Agama

Bogor (wahdahjakarta.com)- Jumlah pengidap homoseksual yang tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melonjak tajam dalam kurun waktu yang singkat. Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bogor dengan Plt Wali Kota Bogor.

Data tersebut diungkapkan oleh Pengelola Program HIV Dinkes Kota Bogor, Nia Yuniawati saat pertemuan yang berlangsung di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/3).

Nia mengungkapkan, data Dinkes Kota Bogor per Desember 2017 jumlah LSL (lelaki seks dengan lelaki) atau homoseksual ada 2.495 orang. “Kategori LSL ini rata-rata mereka sudah melakukan hubungan intim. Dan dari 2.495 itu, 213 orang sudah terkena HIV,” ungkapnya.

Nia menambahkan, dari 2.495 pria homoseksual tersebut, itu tidak hanya berasal dari Bogor. “Mereka ada yang dari Depok, Sukabumi dan lainnya. Namun mereka tercatat di Dinkes Kota Bogor, rata-rata mereka terdata melalui LSM atau lembaga yang bergerak menanggani masalah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Nia juga pernah mengungkapkan data jumlah homoseksual per Juni 2017 sebanyak 1.330 orang. Artinya, sejak Juni hingga Desember 2017 jumlah homoseksual bertambah sebanyak 1.165 orang. Data tersebut, berdasar pria yang menjalani voluntary counseling and testing (VCT) oleh Dinkes Kota Bogor.

Kaum homoseksual, menurut Nia, terbagi menjadi dua jenis. Pertama, gay atau yang biasa disebut sebagai lelaki seks dengan lelaki (LSL), kemudian waria atau sebagai transgender. “Kalau waria yang tercatat ada 196 orang,” ungkapnya.

Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka menyerap aspirasi dari pengurus GNPF Ulama Bogor Raya dan mencari solusi bersama untuk mengatasi masalah LGBT. “Ini ada aspirasi dari ulama, mereka ingin ada sentuhan agama dalam menangani kasus ini, termasuk sinergi dengan upaya-upaya yang telah kita lakukan juga, baik dengan dinas kesehatan dan lainnya,” ujar Usmar.

Sementara itu, Ketua GNPF Ulama Bogor Raya Ustaz Iyus Khaerunnas berharap pertemuan tersebut bisa membuka komunikasi agar lebih intensif dalam mencari solusi bersama untuk mencegah dan menanggulangi kerusakan tersebut. “Dan kita juga berharap Pemerintah Kota Bogor bisa melahirkan regulasi yang tegas untuk mengatasi masalah ini,” jelasnya.

Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah GNPF Ulama Bogor Raya Ustaz Abdul Halim menambahkan, “Sinergi ini tentu berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan LGBT di Kota Bogor yang akan dilakukan dengan pendekatan secara agama,” ujarnya.

Ustaz Halim mengatakan, masalah LGBT ini erat juga dengan penyakit HIV/AIDS yang ditularkan laki-laki homoseksual. Tak ayal, pendekatan secara agama lewat penataran dan ruqyah perlu dilakukan. Agar mereka dapat benar-benar sembuh dari perilaku penyimpanan seksual. “Selama ini kan peran ulama belum aktif secara luas, sekarang dengan adanya sinergi bersama dinas-dinas terkait bisa terlibat dan turun langsung untuk menerapi dan mentatar dengan dasar-dasar agama,” jelasnya.

Oleh karena itu, dalam pertemuan yang juga dihadiri jajaran dari Dinas Sosial, Kasatpol PP dan Kabid Trantib Kota Bogor itu pihaknya berharap lahir solusi bersama untuk menanggani masalah Lesbian Gay Biseks Transgender (LGBT) ini. [ed:sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: