Guru Honorer Teladan Ini Ingin Berjualan Telur, Agar Hidup Lebih Mandiri. Bantu Yuuk!

0 149
Wahdahjakarta.com, Jakarta–Puji Hastuti (53) sejak suaminya sudah tiada, akibat kanker yang dideritanya harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Janda yang berjilbab rapat ini tinggal mengontrak di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Memiliki 3 orang anak, anak pertama sudah berkeluarga dan yang menjadi tanggungannya saat ini ada 2 orang (anak ke-2 dan ke-3) .

 

Awalnya kehidupan Puji baik-baik saja, beraktifitas sebagai guru honorer di sebuah sekolah dan mengajar ngaji di rumah. Masalah baru ia temui, di mana gaji mengajarnya selama berbulan-bulan tidak kunjung ia terima. Sementara mengajar ngaji, semata – mata ikhlash tanpa biaya.

 

Hal ini berdampak kepada tabungannya yang semakin menipis hingga pembayaran kontrakannya tertunggak beberapa bulan.

 

“Sebetulnya saya termasuk guru teladan. Namun berbulan bulan tidak digaji, sekolah malah bilang ‘ngajar harus ikhlash’, dan menuntut minta maaf ketika saya dan sebagian teman – teman meminta hak bulanan mengajar dan mengancam akan dituntut,” ujar Puji dengan nada sedih.

 

“Kami juga sempat mau mengadu ke DPR (D), tapi biayanya tidak murah”, lanjut Puji yang hanya bisa pasrah.

 

Di usianya yang semakin lanjut, Puji ingin mengurangi jadwalnya mengajar karena staminanya sudah banyak menurun. Ia juga menuturkan keinginannya kepada WIZ (Wahdah Inspirasi Zakat) Jakarta agar bisa berjualan sembako seperti jualan telur tetapi masih terkendala dengan modal dan kebetulan rumah kontrakannya dekat dengan pasar.

 

“Umur 53 tahun, udah kecapaian. Setiap hari minum paracetamol, karena stamina banyak menurun. (Aku) ingin merintis usaha, karena lingkungan dekat pasar, misalnya usaha telor, sembako, atau lainnya,” pungkas Puji.

 

Pada Rabu (22/12/2021) di kontrakannya yang sederhana, Puji menerima bantuan dari WIZ Jakarta. Diharapkan dari bantuan ini dapat membantu kebutuhan dapurnya. Kepada WIZ Jakarta, ia mengungkapkan terima kasihnya atas bantuan yang ia terima dan berharap ada bantuan modal usaha agar ia bisa memulai berjualan.

 

“Terima kasih untuk LAZNAS WIZ. Ke depan semoga WIZ lebih amanah, maju dan sukses, dan dapat memberikan bantuan usaha agar saya dapat memberikan sedikit rezeki,” ucap Puji.
Tim WIZ Jakarta, setelah melakukan assesmen lebih jauh, merekomendasikan Ibu Puji untuk dibantu merintis usaha telurnya. Disamping kebutuhan harian, modalnya sedikit, tidak terlalu sulit, juga lokasi yang cukup strategis dekat pasar.

 

“Ibu Puji juga terlihat cukup serius, diantaranya dengan akan meluangkan waktu di rumah, di luar jadwal ngajarnya. Kebutuhan diperkirakan sekitar 2 juta tahap awal untuk perlengkapan dan modal bahan telur”, tutur Albar, selaku Tim Asesmen WIZ Jakarta. []
Leave A Reply

Your email address will not be published.