Hadits Puasa [10]: Larangan Berkata dan Berbuat Dusta Ketika Puasa

0 468
Salah satu perbuatan yang dapat menggugurkan pahala puasa dan atau mengurangi kesempurnaannya adalah berkata dan berbuat dusta

wahdahjakarta.com| Orang yang berpuasa hendaknya tidak hanya meninggalkan pembatal puasa. Tapi seyogyanya juga meninggalkan perkataan dan perbuatan yang mengurangi kesempurnaan bahkan menggugurkan pahala puasa. Salah satu perbuatan yang dapat menggugurkan paha puasa dan atau mengurangi kesempurnaannya adalah berkata dan berbuat dusta. Sebagaimana dikabarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ;

  قال رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم -: “مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ والعَمَلَ بهِ والجهْلَ فَلَيْسَ للَّهِ حَاجةٌ في أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وشرابَهُ” رواهُ البُخاريُّ وأبو دود واللفظ له

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

Baragsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak sudi sedikitpun menerima puasanya, meskipun dia meninggalkan makan dan minumnya”. (HR. Bukhari dan Abu Daud).

Hadits ini merupakan dalil tentang haramnya pekataan dan perbuatan dusta serta perbuatan sia-sia saat berpuasa. Hadits ini juga menunjukan bahwa dusta menyebabkan puasa ditolak dan tidak diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. [sym].

Sumber: Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam, Kitab Ash Shiyam Hadits Nomor: 631.

Leave A Reply

Your email address will not be published.