DPW DKI Jakarta dan Depok

Harapan Ustadz Komari Penemu Metode Dirosa

0 197

Harapan Ustadz Komari Penemu Metode Dirosa

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Ustadz Komari hadir sebagai pemateri utama dalam Pelatihan Pengajaran Al Qur’an Metode Dirosa yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepatnya di Anjungan Jawa Barat, Jumat-Ahad (31/8-2/9 2018). Ia bersama 4 orang timnya saling bergantian menyampaikan materi selama hampir tiga hari berturut-turut.

Dalam sesi materinya, Ustadz yang menulis buku dirosa ini bertanya kepada peserta TOT yang merupakan pengajar dirosa mengenai teknik yang diajarkan ke peserta. Semua peserta serentak menjawab dengan benar tetapi ada teknik yang belum pernah sama sekali diajarkan oleh pengajar dirosa yaitu teknik berpasangan. Dalam teknik berpasangan, pengajar menyuruh muridnya untuk saling berhadapan dengan temannya, yang satu membaca dan satunya lagi menyimak secara bergantian.

Ustadz Komari saat ditanya oleh Tim LAZIS Wahdah Jakarta mengenai jalannya TOT kali ini, ia mengaku terkesan dengan tempatnya yang berada di lokasi wisata. Namun, peserta juga kewalahan mencari tempat ini.

“Secara umum acara berjalan lancar, tempat yang bagus dan nyaman. Kendala selama ini di Jakarta adalah belum adanya program yang berkesinambungan untuk membuat pelatihan mengajar sehingga program tidak berjalan semestinya. Ini terbukti hanya ada dua pengajar dirosa yang aktif yaitu Ustadz Syaripuddin dan Ustadz Abdurrahman”, ujar Ustadz Komari.

Di akhir sesi wawancaranya dengan Tim LAZIS Wahdah Jakarta, Ustadz Komari sangat berharap melalui TOT kali ini, semua alumninya bisa action mengajar dan membuka banyak pelatihan di daerahnya sehingga bisa melahirkan pengajar-pengajar dirosa yang baru.

“Harapannya adalah alumni bisa action mengajar dan membuka pelatihan untuk melahirkan pengajar-pengajar yang baru, sehingga penambahan jumlah pengajar/guru dirosa bisa terwujud”, tutur Ustadz Komari.

[rsp]

—————

Info donasi dan kegiatan LAZIS Wahdah Jakarta: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

LAZIS Wahdah, Melayani dan Memberdayakan

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: