DPW DKI Jakarta dan Depok

HUKUM SHALAT BERJAMAAH DI MASJID BAGI LAKI-LAKI

0 24

HUKUM SHALAT BERJAMAAH DI MASJID BAGI LAKI-LAKI

 

Diantara permasalahan yang terkadang ditanyakan oleh masyarakat adalah bagaimana hukum shalat berjamaah di masjid, khususnya bagi laki-laki. Jika kita merujuk kepada buku-buku ulama, maka kita mendapati bahwa mereka berbeda pendapat dalam masalah ini menjadi 4 pendapat. Diantaranya:

  1. Sunnah Muakkadah

Maksudnya ialah sangat dianjurkan dan tidak pantas seorang muslim meninggalkannya kecuali udzur, karena memiliki keutamaan yang sangat besar, walaupun juga tidak berdosa jika meninggalkannya. Salah satu dalil pendapat ini adalah:

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)

Artinya, shalat berjamaah derajatnya seperti 27 kali shalat sendiri.

  1. Fardhu Kifayah

Maksudnya adalah jika sebagian orang telah melaksanakan shalat berjamaah, maka yang lainnya telah gugur dari kewajiban shalat berjamaah. Dalilnya pendapat ini adalah:

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ
“Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).” (HR. Abu Daud dan An-Nasai)

  1. Fardhu ‘Ain

Artinya setiap laki2 wajib untuk shalat berjamaah kecuali jika ada udzur syar’i yang membolehkan untuk tidak berjamaah. Diantara dalil pendapat ini adalah:

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ
“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku'”. (Qs. Al-Baqarah: 43)

Kaidah Ushul Fiqh: hukum asal perintah adalah Wajib.

  1. Berjamaah Adalah Syarat Sahnya Shalat
    Artinya tidak sah shalat seseorang jika tidak berjamaah. Dalil pendapat ini adalah:

مَن سَمِعَ النِّداءَ فلَم يأتِ فلا صَلاةَ لَه إلَّا مِن عُذرٍ
“Barangsiapa yang mendengar adzan, namun tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya, kecuali ada udzur” (HR. Abu Daud no.551, Ibnu Majah no.793).

KESIMPULANNYA:
Semua ulama sepakat tentang ditekankannya shalat berjamaah walaupun mereka berbeda dalam menyimpulkan hukumnya, maka bagi seorang muslim hendaknya berlomba-lomba dalam kebaikan tanpa memandang hukumnya, apakah ia wajib, sunnah dll. Dan tidak pantas pula seorang muslim meninggalkan shalat berjamaah setelah mengetahui keutamaannya kecuali adanya udzur syar’i, karena ibadah shalat adalah ibadah yang paling pertama dihisab pada hari kiamat, jika shalatnya diterima maka diterimalah amalan yang lainnya dan jika tidak diterima maka tidak diterima pula amalan yang lainnya,maka marilah kita berusaha senantiasa memperbaiki shalat kita.

وفقنا الله جميعا لما يحبه ويرضاه

 

Oleh: Mursyidin Tamif, S.H.

(Dai Wahdah Islamiyah Jakarta)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: