DPW DKI Jakarta dan Depok

In Memoriam Akhunaa Ismail Syahril rahimahullah

Ustadz Ismail Syahril (kanan) semasa hidupnya banyak menghabiskan waktunya dalam dakwah, termasuk dakwah pedalaaman dan daerah minoritas Muslim. Photo: Istimewa
0 115
Ustadz Ismail Syahril (kanan) semasa hidupnya banyak menghabiskan waktunya dalam dakwah, termasuk dakwah pedalaaman dan daerah minoritas Muslim. Photo: Istimewa

Tahun 2004 kita pertama kali berjumpa. Di kampus hijau yang merupakan idola para “akhwat”. Setidaknya itulah lelucon yang sering kita bangga-banggakan membumbui canda riang kita sebagai mahasiswa Diploma Bahasa Arab. Meskipun pada akhirnya anekdot tersebut mengalami perubahan berkali kali sesuai dengan perubahan zaman.

Semua mahasiswa di kampus yang sezaman dengan kita, pasti sepakat bahwa kita berdua adalah termasuk salah satu “duet” terbaik dalam ajang olah raga tahunan kampus. Dengan bukti di tahun itu kekompakan team kelas kita berhasil menyabet tropy paling bergengsi di ajang olah raga tahun itu dengan torehan rekor fantastis.

Tahun 2006 adalah kali terakhir kita bersama di kampus. Engkau melanjutkan dakwahmu di kampung halamanmu, sementara aku melanjutkan pengembaraan di kota Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam.

Sekian lama kita tak bersua. Hanya menyambung silatul ukhuwah via WA dan telphon.

Tahun 2018 engkau mulai mengirimkan murid-muridmu untuk belajar dan menghapalkan Al Qur’an di pesantren yang diamanahkan padaku.

Smoga murid-muridmu ini kelak mengirimkan jariyahnya padamu.

Dan engkau pun memenuhi janjimu untuk berkunjung di awal tahun 2019.

Yah… meski hanya 2 hari engkau di tempatku. Dan kita masih sempat bernostalgia di lapangan dengan penuh kegembiraan. Sampai akhirnya engkau harus ke Jakarta untuk selanjutnya memenuhi nadzarmu mendampingi istrimu tercinta menjadi tamu Allah di tanah suci melaksanakan umroh.

Dan disitulah sakit yang tidak engkau nampakkan di balik keceriaan wajahmu mulai kambuh. Dan engkau sendiri yang berujar bahwa semoga sakitmu itu menjadi penggugur dosa-dosamu. 

Saudaraku…. bukankah Rasulullah shallallah ‘alaihi wasallam bersabda,

Umroh yang satu menuju umroh berikutnya adalah penghapus dosa..

Seolah.. engkau telah membersihkan dahulu dosa-dosamu dengan ibadah umrohmu, sebelum “menghadap” Rabbmu.

Dan menjadikan umroh adalah amalan terakhir yang akan engkau harapkan menjadi pemberat amalmu di hari penghitungan kelak..

Saudaraku… ku teringat Nabi kita bersabda,

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, maka Alloh akan memberinya madu.

Ditanyakan pada beliau,

‘Apakah maksud Allah memberi madu?’.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

‘Yaitu Allah akan bukakan untuk hamba tersebut amal sholeh sebelum meninggal dan kemudian meninggal setelah mengamalkannya“.

Saudaraku… Barusan aku melihat dan membaca status WA mu, “Ar Rohah fil jannah” (istirahat yang hakiki adalah di surga).

Yaah… aku yakin.. engkau saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke tempat yang kita semua cita-citakan.

Saudaraku fillah… Ismail Syahril…

Semoga Alloh melimpahkan rahmatNya yang luas kepadamu..

Al Madinah Al Munawarah

20 Jan 2019

Reki Abu Musa

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: