DPW DKI Jakarta dan Depok

Indonesia Kembali Berduka, Palu dan Donggala Diguncang Gempa dan Tsunami

0 209

 

(Palu ) Wahdahdahjakarta.com, Indonesia Kembali Berduka Gempa dengan Magnitudo 7, 4 terjadi pada pukul 17.02.45 WIB (sumber: BMKG, sebelumnya dicatat berkekuatan M 7,7 pada pukul 17.02.44 WIB, Red), Jumat (28/09/2018), di Palu dan berpusat di Kabupaten Donggala, Sulteng.

Kepala BMKG Prof Ir Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers yang disiarkan stasiun televisi Jum’at malam menyatakan bahwa tsunami menghantam kawasan Kota Palu dengan ketinggian hingga satu setengah meter akibat gempa berkekuatan 7,7 pada skala richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Tsunami terjadi pada pukul 17.32. Namun kemudian setelah beberapa lama, air sudah surut, katanya.

Ia pun menjelaskan bahwa saat kejadian tsunami itu, BMKG menyampaikan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulteng dan Sulawesi Barat (Sulbar).

Hingga kemudian air laut yang naik ke darat (tsunami) itu telah surut, maka BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami tersebut. Ia menegaskan bahwa BMKG bukan mencabut peringatan tsunami, tetapi mengakhiri peringatan tsunami.

“Peringatan dini tsunami diakhiri, kami mengakhiri setelah air surut,” terangnya.

Korban Jiwa Berjatuhan

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan, gempa dan tsunami menyebabkan jatuhnya sejumlah korban jiwa.

“Gempa tsunami menimbulkan korban jiwa. Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan,” ujarnya.

“Kondisi listrik padam menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus. Terdapat 276 base station yang tidak dapat digunakan. Operator komunikasi terus berusaha memulihkan pasokan listrik secara darurat. Kemkominfo telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk memulihkan komunikasi yang putus tersebut,” lapornya.

Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri Ditutup 24 Jam

Akibat gempa bumi dan Tsunami ini Bandar Udara Mutiara SIS Al Jufri Palu di Sulawesi Tengah, ditutup.

“Bersama ini diinformasikan bahwa sesuai Notam Nomor H0737/18 Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu ditutup dari 28 September 2018 pukul 19.26 WITA sampai dengan estimasi 29 September 2018 pukul 19.20 WITA karena terdampak Gempa Bumi,” ujar Sutopo lewat akun Twitternya, Jumat.

Sumber: Hidayatullah.com

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: