DPW DKI Jakarta dan Depok

Ingin Tobat dari Riba, Tapi?

Riba Itu NgeRIBAnget
0 271
Riba
Bunga Bank=Riba

Ingin Tobat dari Riba, Tapi?

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad,

Saya mau tanya tentang riba,,,saya dulu hutang di bank sampai skrng, pada waktu sy htng d bank sy tdk tau klu itu riba, setelah sy tau sy n suami berusaha untuk cepat2 melunasinya ,,tp blm lunas suami sy pindah kerja n gajinya cuma cukup untuk kebutuhan keluarga kami,,,kata pihak bank angsran hutang kami bisa dikecilkan tp jangka waktu pembayarannya jdi lama,,, rasanya hati sy berat untuk memperpanjang angsran krn sy takut dosanya,,tp klu angsran hut bank tdk kami kecil kan untuk keperluan keluarga kami tdk cukup ,,,,saya punya rumah pemberian dari orang tua, apakah saya harus menjualnya ustad tapi sy takut mengecewakan orang tua sy,,,,sy hrs bgmn y ustad,,, tolong sy ustad sy minta solusinya,,,,,terima kasih . [Lia].

Jawaban:

Wa ‘alaikumussalam,

Pertama,  Kami ucapkan selamat kepada ibu dan suami yang telah bertaubat dari dosa riba dan sedang berjuang keluar dari lilitan hutang riba.

Kedua,  Kami doakan semoga ibu dan suami diberi kemudahan oleh Allah Ta’ala.

Ketiga,  Solusi yang kami tawarkan adalah: Jika nilai jual dari rumah yang ibu tempati saat ini cukup untuk melunasi hutang atau mempercepat proses melunasi hutang tersebut, maka solusi yang kami sarankan kepada ibu adalah menjual rumah tersebut.  Syukur jika masih ada sisa untuk membeli rumah yang sederhana atau ngontrak+modal usaha sambilan.

Namun karena rumah tersebut merupakn pemberian dari orang tua,  maka secara etika sebaiknya tetap menyampaikan kepada orang tua bahwa rumah tersebut akan dijual. Tentu dengan menyampaikan alasan bahwa rumah dijual sebagai satu-satunya solusi dan jalan keluar dari dosa riba.  Semoga orang tua ibu tergerak.  Saya kira tak ada satupun orang tua yang tega membiarkan anakny terjatuh dalam dosa.  Tentu ibu perlu meyakinkan orang tua dengan penuh adab dan sopan santun ttg bahaya riba.  Tetap jaga adab dan sopan santun dalam membicarakn masalah ini.  Agar orang tua tidak salah paham dan tersinggung.

Keempat,  jangan lupa bersedekah (walau sedikit)  dan banyak berdo’a,  khususnya do’a memohon perlindungan dari lilitan hutang.  Diantaranya;

اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن والعجز والكسل  والجبن والبخل وضلع الدين وغلبة الرجال

Allahumma Inniy a ‘udzu bika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal jubi wal bukhli wa dhal ‘id Daini wa ghalabatir Rijal

“Ya Allah,  sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari rasa bimbang dan sedih,  lemah dan malasa,  kikir dan pengecut lilitan hutang dan penguasa yng semena-mena“.

Semoga ibu diberi kemudahan dan jalan keluar. [sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: