DPW DKI Jakarta dan Depok

Israel Tutup Seluruh Akses Menuju Masjid Al Aqsha

0 131
Tentara zionis Israel saat berpatroli di depan pintu Masjid Al Aqsha. Selasa(12/03/2019)

(PALESTINA) wahdahjakarta.com — Zionis Israel kembali melakukan penyerbuan ke kawasan Masjidil Aqsha di Al-Quds (Jerussalam) Palestina. Dalam penyerbuan tersebut, tentara Israel menutup seluruh Akses menuju Masjid Al Aqsha dan menghalangi jamaah untuk beribadah.

“Setelah kegagalan zionis dalam kendali bangunan pintu Ar Rahmah akibat keberhasilan umat Islam memulihkan pintu tersebut dan menjadikannya sebagai musolla, satu lagi kegagalan penjajah untuk menakut nakutkan pekerja Al-Aqsa dan Almurhabitin” ujar Syarif Abu Syamalah, Ketua Organisasi Alquds Malaysia.

“Mereka juga tidak mendapat manfaat dari keputusan penjauhan dan hukuman kepada penjaga AlAqso yg membuka musholla setiap hari” katanya dalam rilis yang diterima wahdahjakarta.com, Selasa(12/03/2019)

Dalam penyerangan tersebut, sempat terjadi kebakaran kecil di kantor polisi Israel di dalam Masjid Al-Aqsa, namun semua selidikan menunjukkan bahwa kebakaran itu dibuat oleh penjajah itu sendiri.

“Tentu saja, kantor polisi penjajah israel awalnya adalah Al-Khulwah/Qubah Jumblatti, tempat belajar Islam di dekat Qubah As-Sakhrah yang kemudian polisi penjajah Israel mengusainya. Kedzaliman harus berakhir” tutur Syarif

Polisi Israel mengambil keuntungan dari kebakaran tersebut dan menyerang para jama’ah solat pria, wanita dan staf kementrian Awqaf kemudian melukai mereka.

“Kontradiksi dalam skema penguasaan dan pengenaan fakta di lapangan, pasukan penjajah israel mengosongkan masjid dari para jamaah dan karyawan dan menyita kunci kantor direktur Masjid Al-Aqsa serta melakukan kedzaliman di masjid” jelasnya.

Pintu ditutup, sehingga jamaah tidak bisa masuk ke dalam Masjid untuk beribadah.

Dalam penyerbuan tersebut, Polisi Israel menutup pintu2 Masjid Al-Aqsa dan mencegah jamaah masuk. Karenanya, umat Islam mendirikan shalat Ashar di gerbang2 Al-Aqsa.

Seorang pemuda yang ditawan di Gerbang Al Aqsha oleh tentara Israel

Pasukan zionis juga menyerang para jamaah yang datang ke gerbang al-Aqsa untuk sholat, terutama di halaman depan pintu Al-asbath.

Pasukan penjajah kemudian menutup beberapa gerbang kota tua seperti Bab al-Amud untuk mengawal pergerakan jamaah yang ingin duduk di gerbang al-Aqsa untuk protes sampai dibuka kembali.

Syarif juga menyerukan kepada siapa saja yang dapat mencapai batas maksimum Al Aqsha untuk bersegera dan terus bertahan di gerbang Al Ashbat sampai dibuka kembali.

“Apa yang terjadi di Al-Aqsa menunjukkan kekuatan yang melekat dalam gerakan bangsa Palestina dan kemampuan mereka untuk menghalangi penjajahan dan melindungi Al Aqsa, jauh dari pernyataan resmi” terang Syarif.

“Siapa pun yang tidak dapat mencapai Masjid Al-Aqsa dianggap mengambil peran yang ia ketahui dan kuasai. Jika tidak,maka do’a adalah sebuah batas minimal” pungkasnya.

Sumber : Rilis

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: