DPW DKI Jakarta dan Depok

Jangan Lewatkan, Malam ke.27 Malam Lailatul Qadar

"Carilah Lailatul qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan" (terj. HR. Bukhari).
0 296

 

Carilah Lailatul qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan”
(terj. HR. Bukhari).

Kita berada di malam ke.27 Ramadhan. Malam yang merupakan bagian dari rangkaian  sepuluh terakhir Ramadhan. Di malam-malam ini hendaknya kita meningkatkan kesungguhan beribadah sebagaimana yang dicontohkan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di malam-malam ini pula Rasul menyuruh kita untuk berburu malam Lailatul qadar. Satu malam yang mulia dan penuh berkah, yang lebih baik dari seribu bulan.

Beliau bersabda tentang Lailatul qadar;

“تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان”. صحيح البخاري

“Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari).

Jadi lailatul qadar kata Nabi terdapat pada malam-malam ganjil di sepuluh akhir Ramadhan. Malam-malam ganjil tersebut yakni malam ke.21, 23, 25,27, atau 29.

Pendapat yang masyhur, lailatul qadar pada malam ke.27. Ini merupakan pendapat para sahabat, tabi’in, dan mayoritas umat Islam. Pendapat ini didukung oleh beberapa dalil, diantaranya;

Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu Anhuma, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda mengenai Lailatul Qadar:

لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

 

Ia terjadi pada malam ke-27“. (HR. Abu Daud).

Dari Ubay bin Ka’ab Radhiallahu Anhu ia berkata tentang Lailatul Qadar:

“وَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُهَا هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

“Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam tersebut. Ia adalah malam yang Allah perintahkan kami menghidupkannya dengan shalat malam, yaitu malam ke-27.” (Riwayat Muslim).

Dalam riwayat Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

Barangsipa yang bersungguh-sungguh mencarinya (lailatul qadar), hendaknya ia mencarinya pada malam 27”. (HR. Ahmad).

Dalam riwayat Muslim masih dari Ibnu Umar, beberapa orang bermimpi melihat malam Lailatul qadar pada malam 27. Kemudian Nabi bersabda;

أرى رؤياكم قد تواطأت في السبع الأواخر فمن كان متحريها فليتحرها في السبع الأواخر

“Aku melihat, mimpi kalian dalam tujuh hari terakhir bertepatan, maka barangsiapa yang mencarinya (lailatul qadar) hendaknya ia mencarinya pada tujuh malam yang terakhir”. (HR. Muslim).

Oleh karena itu, mari giatkan ibadah di malam ini.

Mari raih keutamaan malam lailatul qadar meningkatkan amal shaleh.

Mari hidupkan malam ini dengan qiyam, tilawatil qur’an, dan amal shaleh lainnya.

Dan jangan lupa perbanyak do’a;

اللهم إنك عفو تحب العفو، فاعف عني

“Wahai Allah, sesungguhnya Engkau maha Pemaaf, menyukai permohonan maaf, maka maafkanlah daku“. (HR. At-Tirmidzi).

 

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: