DPW DKI Jakarta dan Depok

Jika Suami Berzina dan Mengucapkan Kata ‘’Cerai” dan “Pisah”

0 529

 

Jika Suami Berzina dan Mengucapkan Kata ‘’Cerai” dan “Pisah”

 

Pertanyaan:

Assalamualaikum

Saya  pingin bertanya.

Suami saya mengaku pernah berzina dengan seorang WTS, dua kali, dan akhirnya suami saya terkena penyakit herpes. Akhirnya  suami saya mengadakan pengakuan di hadapan saya , kalau dia pernah berzina. Awalnya saya kaget namun saya memaafkan suami saya. Tapi setelah itu dia berkenalan dengan seorang wanita di Fb. Akhirnya  ketahuan kalau dia lagi dekat drngan seorang wanita. Dia  mengancam saya dengan kata ”KITA PISAH SAJA ” kalau saya mengganggu hubungannnya dengan wanita itu. Setelah  kejadian itu, suami saya sering gonta ganti wanita untuk digoda. beberapa tahun kemudian dia mengucapkan kalau dia mau cerai saja dengan saya. Tapi  ucapan itu  dia ucapakn di depan kakak saya, bukan disaat saya hadir disitu. Terakhir  saat Idul Adha kemarin, dia mengucapkan kata KITA CERAI SAJA..KITA CERAI SAJA..pada saat lagi marah dengan saya. Saya  menjawab, saya terserah ayah saja, tapi setelah itu  dia baik lagi dan menggauli saya lagi. bagaimana hukum pernikahan saya sekarang, ????? Tolong jelaskan bersama dalil-dalilnya , terimakasih ustadz

M – Jakarta

 

Jawaban

 

Bismillah wasshoatu wassalamu ala rasulillah waba’du:

Perbuatan zina merupakan dosa besar yang diharamkan dan sangat dimurkai oleh Allah subhanahu wata’ala.

 

Firman Alllah subhanahu wata’aala:

)) ولا تقربوا الزنا إنه كان فاحشة وساء سبيلا)) الإسراء : 32

Dan janganlah kalian mendekati zina, zina itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (QS Al Isra : 32)

 

Di dalam ayat ini zina disebut sebagai jalan yang buruk karena perbuatan tersebut mengantarkan kepada neraka. (Al Jami liahkamil qur’an, vol.13 Hal.72, Cet.Muassasah Ar- Risalah;Beirut).

Imam Ibnu Jarir  berkata: ”dia(zina) adalah seburuk-buruk jalan yang mengantarkan kedalam neraka Jahannam.” ( Tafsir At-Thobari, Vol.14, Hal.581, Cet.Dar Hajar, Mesir)

Oleh karena itu wajib bagi suami anda segera bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat dan meninggalkan hal-hal yang bisa mengantarkan kepada perbuatan zina. Dan sudah menjadi kewajiban anda sebagai seorang istri untuk senantiasa mengingatkan suami anda akan bahaya zina tersebut dan mendoakan beliau agar kembali kejalan hidayah.

 

Adapun mengenai status hubungan dengan suami anda akibat dari lafadz-lafadz yang keluar dari lisan suami anda maka penjelasannya sebagai berikut :

 

Pertama, bahwa lafadz talak (cerai) terbagi dua jenis, Lafadz shorih (jelas) dan kinayah (kiasan/sindiran)

Lafadz Sharih

Menurut  Dr.Wahbah Az Zuhaili lafadz shorih adalah: “lafadz yang jelas maknanya dan secara urf (adat/kebiasaan) sudah lumrah digunakan untuk mengungkapkan kata ‘Talak/cerai’seperti: engkau telak kuceraikan (kutalak), kamu tertalak, aku telah menceraikanmu.” (Al Fiqhhul Islami waadillatuh, Vol.7,Hal.378, Cet.Darul Fikr, Damaskus)

Maksud dari perkataan beliau bahwa lafaz shorih adalah semua ucapan yang diucapkan oleh suami dan tidak dipahami kecuali bahwa dia telah menceraikan istrinya.

Dan lafaz talak ini ketika diucapkan oleh suami maka seketika jatuh talak tanpa perlu dipertanyakan niatnya ketika mengucapkan lafaz tersebut, Al Hajjawi berkata:

“Jika dia mengucapkan lafaz shorih maka telah jatuh talak baik dia meniatkan ataupun tidak, meskipun dia hanya bercanda atau main-main atau salah mengucapkan.” (Al Iqnaa’, Vol.3,Hal.469,Cet.Darul Malik Abdil Aziz, Riyadh).

 

Lafaz Kinayah

Lafaz kinayah menurut Dr.Wahbah Az zuhaili: ”semua ucapan yang bermakna ganda atau ambigu yang bisa dimaknai talak dan bisa juga selainnya dan orang-orang tidak familiar dengan ucapan tersebut untuk dipakai mengungkapkan kata talak,seperti ucapan suami terhadap istrinya: pergilah ke keluargamu, pergilah, keluar, dan semisalnya.”(al Fiqhhul Islami waadillatuh, Vol.7,Hal.380, Cet.Darul Fikr, Damaskus)

Adapun hukum daripada lafaz kinayah maka dikembalikan ke niat suami kalau niatnya adalah talak maka jatuh talak dan jika niatnya selainnya maka talak tidak jatuh

Imam An Nawawi berkata: ”talak tidaklah jatuh kecuali dengan lafadz shorih atau lafadz kinayah yang disertai dengan niat.”(Al Majmu’, Vol.18, Hal.239,Cet.Maktabatul Irsyad, Jeddah).

Perkaataan serupa juga dikatakan oleh Syekh Al Utsaimin, beliau berkata:”semua lafaz tersebut (lafaz kinayah) tidaklah jatuh talak kecuali jika diniatkan.” (as-syarhul Mumti’, Vol.13, Hal.75, Cet.Dar Ibnil Jauzi, Riyadh).

Berdasarkan pemaparan di atas maka lafazd yang diucapkan oleh suami anda dapat dirinci sebagai berikut :

”KITA PISAH SAJA“, Apakah Jatuh Talak?

Ini  bisa dikategorikan kedalam lafaz kinayah karena bisa dipahami sebagai sekedar ajakan untuk pisah yang waktunya tidak ditentukan, bisa juga dipahami kata pisah di sini adalah sekedar ingin menjauh, dan bisa juga berarti kita telah cerai. Dan hal tersebut tidaklah bisa kita ketahui secara pasti kecuali kita tanyakan niat di balik ucapan tersebut. Kalau dia maksudnya adalah cerai maka berarti telah jatuh talak satu begitupula sebaliknya.

Adapaun Lafaz kedua berupa kabar dari kakak anda bahwa suami anda mau cerai saja dengan anda,  maka Ini belum masuk kedalam lafaz talak karena baru mengungkapkan keinginan menceraikan anda.

 

“KITA CERAI SAJA..KITA CERAI SAJA”, Termasuk Talak?

Ini juga mirip dengan lafaz pertama bedanya hanya pada kata CERAI, akan tetapi maknanya tetap ambigu dikarenakan adanya kata SAJA. Karena dia bisa bermakna ajakan untuk bercerai yang tidak dijelaskan waktunya dan bisa bermakna cerai langsung, sehingga dikembalikan kepada niat suami anda.

Jika seandainya niat suami anda adalah cerai pada saat itu maka telah jatuh talak satu dan wajib bagi suami anda untuk merujuk anda di waktu ‘iddah jika ingin kembali kepada anda sebagai suami halal baik dengan perkataan atau pun perbuatan berupa berhubungan suami istri.

 

Dan apabila rujuk-nya dengan berhubungan suami istri maka harus disertai dengan niat rujuk, karena rujuk tidak cukup dengan sekedar berhubungan, tetapi harus disertai niat, dan pendapat inilah yang dipilih oleh Syekh Al Utsaimin.

 

Beliau mengatakan,

“dan inilah pendapat yang benar dan merupakan pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, karena hubungan suami istri motifasinya bisa karena adanya keinginan untuk rujuk sehingga dia menjadi niat rujuk, dan bisa jadi hanya karena sekedar melampiaskan syahwat dan tidak menunjukkan bahwa dia telah rujuk.” (As Syarhul Mumti’, Vol.13, Hal.189, Cet.Daru Ibnil Jauzi, Riyadh)

Jika seandainya anda telah dirujuk dengan cara yang benar seperti yang kami sebutkan di atas maka penjelasan hukum lafaz ketiga sama dengan penjelasan hukum lafaz pertama di atas dan lafaz ketiga dianggap talak 2.

 

Akan tetapi jika suami anda belum rujuk sebagaimana penjelasan diatas maka anda bukan lagi istri dari suami anda sejak habisnya iddah lafaz pertama, dan secara otomatis hubungan anda setelahnya adalah hubungan yang haram sehingga anda berdua harus bertaubat dan memperbanyak istighfar kepada Allah subhanahu wata’ala dan kemudian mengulangi dan atau memperbaharui akad nikah jika ingin kembali sebagaimana di awal pernikahan anda. Wallahu ta’ala a’lam. [] ed: sym

 

Dijawab oleh:  Ustaz Rustang Arizal,Lc,MA (Anggota Dewan Syari’ah DPP Wahdah Islamiyah)

Artikel ini telah dipublish di website wahdah.or.id dengan judul, “Hukum Suami Berzina dan Mengucapkan Kata Cerai”.

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: