DPW DKI Jakarta dan Depok

Karakteristik Islam (1)

0 372
Karakteristik Islam (1) : Agama Wahyu
Karakteristik Islam

Islam merupakan nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Sebab Islam adalah satu-satunya agama yang diturunkan Allah sebagai pedoman hidup bagi manusia. Islam merupakan agama yang dicintai, diridhai, dan diterima oleh Allah. Islam juga merupakan satu-satunya jalan yang lurus menuju Allah Ta’ala.

Sayangnya sebagian Muslim belum memandang dan menganggap Islam sebagai karunia Allah yang patut dijaga dan disyukuri. Atau sebagian yang mengaku Muslim belum merealisasikan keislamanya secara benar dan sungguh-sungguh sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. Hal itu boleh jadi disebabkan oleh ketidaktahun mereka terhadap hakikat dan karakter Islam itu sendiri.

Pengertian Islam seperti dijelaskan pada tulisan sebelumnya   mencerminkan Islam sebagai agama wahyu yang memiliki karasteristik khas yang membedakannya dengan agama lain buatan manusia. Diantara karakter khas dari Islam adalah (1) Rabbaniyah, (2) Sempurna (kamil), (3) Integal/menyeluruh (syamil), (4) lurus (qayyim), (5) ‘alamiyah (agama untuk seluruh alam), (6) agama fitrah, (7) agama yang diridhai, (8) agama ni’mat, (9) agama pertengahan. Uraian singkat dari kesembilan kekhususan tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut.

  1. Agama Rabbani

Islam adalah satu-satunya agama Rabbani atau agama wahyu. Rabbani adalah nisbat kepada Rabb (Tuhan). Jadi makna Islam sebagai agama Rabbani artinya Islam merupakan agama satu-satunya yang diturunkan oleh Allah Ta’ala Rabbul ‘alamin. Sebab Al-Qur’an dan Sunnah yang merupakan sumber hukum Islam datang dari Allah Tuhan semesta alam. Sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Haqqah ayat 40-43 dan An-Najm ayat 3-4;

dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman . Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam“. (Qs. Al-Haqqah:40-43).

dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”. (Qs. An-Najm:3-4)

Keyakinan seorang Muslim terhadap prinsip Islam sebagai satu-satunya agama wahyu yang diturunkan Allah akan sangat menentukan cara pandang seorang Muslim dalam menjalankan ajaran Islam.

  1. Agama Sempurna

Sebagai agama wahyu yang diturunkan oleh Allah, maka Islam menjadi agama yang sempurna. Sempurna artinya tidak lagi membutuhkan penambahan dan pengurangan. Kesempurnaan Islam ditegaskan oleh Allah dalam al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 3;

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu“. (Qs. Al-Maidah;3).

Menurut Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, agama yang dimakusd dalam ayat al-yauma akmaltu lakum  dinakum adalah Islam. Allah mengabarkan kepada Nabi-Nya dan kaum mukminin (orang beriman), Dia telah menyempurnakan keimanan untuk mereka, sehingga mereka tidak membutuhkan tambahan sama sekali, Allah telah melengkapkannya sehingga tidak boleh dikurangi sedikitpun, Dia telah meridainya dan tidak memurkainya.

  1. Agama Yang Integral (Menyeluruh)

Sebagai agama wahyu  dan kamil (sempurna), Islam telah mencakup seluruh aspek kehidupan (integral/syamil). Artinya mencakup sisi dan aspek kehidupan manusia. Sebab Al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman hidup ummat Islam telah menjelaskan segala hal yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan mereka, sebagaimana Allah tegaskan dalam Surah an-Nahl [16] ayat 89;

“ . . . dan kami turunkan kepadamu (Muhammad) Kitab (al-Qur’an) sebagai penjelasan segala sesuatu, petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang Muslim (yang berserah diri)”. (terj. Qs. An-Nahl [16]:89).

Maksudnya Allah telah menjelaskan kepada kita melalui al-Qur’an segala ilmu dan segala sesuatu, demikian dikatakan oleh Ibnu Mas’ud sebagaimana dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.[4] Dengan kata lain Al-Qur’an telah menjelaskan pokok-pokok agama dan cabang-cabangnya, hukum-hukum kehidupan dunia dan akhirat, semua yang dibutuhkan hamba. Al-Qur’an telah menjelaskan secara sempurna, dengan lafal-lafal yang jelas dan makna-makna yang terang.[5]

Syumuliyah (universalitas) Islam tercermin pada ajaran Islam yang telah mengatur seluruh aspek vital dalam kehidupan manusia. Islam menjaga dan melindungi lima aspek vital dalam kehidupan yakni; Agama, jiwa, harta, akal, dan  keturunan. Kelima hal ini disebut adh-Dharuriyatul khams (lima perkara vital  yang dilindungi dalam Islam. (Bersambung insya Allah).

Tulisan ini sebelumnya pernah dimuat pada Majalah Sedekah  Plus, edisi 13 Tahun II, Rabiul Akhir-Jumadal Ula 1436.

 

[1] Tafsir Ibn Katsir, 1/261.

[2] Tafsir Ibu Katsir, 1/264.

[3] Hadits ini masyhur dengan sebutan hadits Jibril. Karena dalam hadits ini Jibril ‘alaihis salam datang kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tentang pokok-pokok atau tingkatan agama, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan.

[4] Tafsir Ibnu Katsir, 2/1589.

[5] Tafsir As-Sa’diy, hlm. 447

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: