DPW DKI Jakarta dan Depok

Karakteristik Islam (2)

0 161

Pengertian Islam seperti dijelaskan pada tulisan sebelumnya mencerminkan Islam sebagai agama wahyu yang memiliki karasteristik khas yang membedaknnya dengan agama lain buatan manusia. Dinatara karakter khas dari Islam adalah (1) Rabbaniyah, (2) Sempurna (kamil), (3) Integal/menyeluruh (syamil), (4) lurus (qayyim), (5) ‘alamiyah (agama untuk seluruh alam), (6) agama fitrah, (7) agama yang diridhai, (8) agama ni’mat, (9) agama pertengahan.

Pada tulisan sebelumnya telah diuraikan karakter rabbani, kamil (sempurna), syamil (integral), dan qayyim (lurus). Pada tulisan ini akan dilanjutkan dengan karakter kempat, kelima.

Keempat; Agama Fitrah

Islam yang kita diperintahkan oleh Allah untuk tetap istiqamah di atasnya merupakan agama fitrah dimana setiap manusia diciptakan di atas fitrah tersebut. Sebagaimana diterangkan dalam ayat 30 surah Ar-Rum  dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Imam Muslim;

 

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ٠
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (Qs. Ar-Rum:30).

Tidak ada manusia yang lahir, melainkan ia terlahir di atas fitrah, lalu kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi”. (terj. HR. Muslim).

Makna fitrah dalam hadits di atas adalah Islam. Karena Nabi mengatakan ayah ibunyalah yang menyebabkan seorang anak menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Dan tidak mengatakan mengislamkannya. Berarti fitrah yang dimaksud adalah Islam , sebagaimana diterangkan pula dalam surah Ar-Rum ayat 30 di atas dan hadits

Kelima; Agama Untuk Seluruh Alam

Islam diturunkan oleh Allah sebagai risalah kepada seluruh manusia bahkan kepada semesta alam. Karena nabi Muhammad selaku pengemban risalah Islam yang terakhir diutus oleh Allah kepada seluruh manusia bahkan seluruh alam, sebagaimana ditegasan oleh Allah dalam surah Al-A’raf [7] ayat 158, dan Saba ayat 28:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ

“Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, (terj. Qs. Al-A’raf [7]:158).

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (terj. Qs. Saba:28)

Menurut Ibnu Katsir, ayat diatas (7:158) menunjukkan keumuman risalah da’wah Islamiyah yang diemban oleh Nabi kita Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. Menurutnya Ini merupakan kemuliaan dan keagungan beliau yang merupakan penutup para Nabi dan diutus kepada seluruh ummat manusia.

Demikian pula dengan ayat 28 surat Saba, maksudnya adalah, “Tidaklah Kami mengutusmu melainkan kepada seluruh manusia untuk memperingati dan menyampaikan (da’wah kepada mereka)”, demikian perkataan Az-Zajjaj tentang makna ayat di atas yang dikutip Imam Syaukani dalam Tafsirnya.

Alhamdulillah ‘ala ni’matil Islam. [sym].

Tulisan ini sebelumnya pernah dimuat pada Majalah Sedekah Plus, edisi 13 Tahun II, Rabiul Akhir-Jumadal Ula 1436.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: