DPW DKI Jakarta dan Depok

Keajaiban Al-Qur’an (Kisah dan Kesaksian Korban Gempa Selamat)

2 171
Keajaiban Al-Qur'an (Kisah dan Kesaksian Korban Gempa Selamat)
Keajaiban Al-Qur’an (Kisah dan Kesaksian Korban Gempa Selamat)

Keajaiban Al-Qur’an (Kisah dan Kesaksian Korban Gempa Selamat)

Jum’at (28/09/2019) sore jelang Maghrib

Jelang maghrib Jum’at sore itu. Ia (Shahibatul Qishah)  berada di dalam rumahnya, di kompleks perumahan polisi. Sambil menunggu adzan maghrib, rekaman murattal dari ponselnya mengalun merdu. Memang orangnya dikenal akrab dengan Al-Quran.

Hingga tetiba bumi berguncang dahsyat. Gempa!

Kepanikan merajalela seketika. Termasuk dirinya, tak sempat lagi berpikir mengambil cadarnya. Yang ada, segera berlari berhamburan ke luar jalan, khawatir tertimpa reruntuhan bangunan. Sembari menarik kain gorden di jendela, lalu ditutupinya wajah dan bagian kepalanya.

Kesadarannya agar tetap taat kepada Allah meski di tengah musibah, tanda utama hidup dan bersemainya iman di dalam hatinya.

ولا تجعل مصيبتنا فى ديننا…

Allahumma, jangan Engkau timpakan musibah pada agama kami…”

Musibah itu ‘hanya’ menimpa dunianya. Tidak agamanya.

Ia berlari sekencang mungkin ke tempat yang lebih tinggi.

Teriakan tsunami juga terdengar bersahut-sahutan di langit palu.

Hingga terjadilah semua ketetapan Allah.

Palu berduka. Di tengah luka dan bencana. Yang tersisa hanya air mata: “aku melihat ribuan orang terbaring pasrah, kaku tak bernyawa, pada hitungan menit saja.”

Setelah air surut, sepertinya sudah tenang dan tak ada lagi tanda amarah, ia bergegas kembali menuju rumahnya. Tanda-tanda pasca tsunami di mana-mana.

Semakin dekat. Dan semakin dekat.

Pandangannya merasa janggal menangkap fenomena.

Jejak tsunami tampak jelas di rumah tetangga kiri dan kanannya. Tapi tidak dengan rumahnya. Seakan tak ada yang berubah pra dan pasca tsunami. Bersih!

Ternyata Allah telah memerintahkan airNya agar tak sampai masuk ke dalam rumah ibu shalihah ini. Kaget bukan kepalang, bahkan murattal dari ponselnya pun yang ketinggalan dalam rumah persis ketika gempa, masih juga mengalun merdu.

Mendengar penuturan ibu shalihah yang juga aktif tarbiyah di Muslimah Wahdah Palu ini, saya menggumam kagum, “Allah menolong dan memanjangkan usia ibu, untuk menceritakan pada orang-orang, betapa beruntung bagi setiap hamba, yang selalu jujur dalam bermuamalah dengan Rabbnya.”

Ketika tiba kemarin, ia datang berbekal pakaian di badan. Tak ada yang lain. Palu – Jeneponto. Dan sekarang, bersama dengan keluarga besarnya di rumah adiknya.

Saat ditanya layak tidaknya diberi bantuan, saya tersenyum manis, “Kita akan selalu bersama, meringankan duka dan air mata mereka. Yang di sini. Dan juga yang di sana.”

Jeneponto, 4 Oktober 2018

Sumber : Whatsapp grup Muslimah Wahdah.

2 Comments
  1. Edwin Purwandesi says

    Saya ingin menyebarkan berita ini ke temen2 saya, tapi saya ingin memastikan dulu apakah kejadian yang diceritakan di tulisan tersebut adalah kisah nyata? Jika iya, bisakah di share juga identitas si ibu, mungkin juga disertai foto2 rumahnya, yg didalam tulisan, masih utuh. Hal yg demikian akan memberikan keyakinan pada kami utk menyebarkan lebih lanjut cerita luar biasa tersebut.

    1. wahdahjakarta says

      Mohon maaf, kami diamanahkan beliau untuk merahasiakan identitas beliau.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: