DPW DKI Jakarta dan Depok

Keajaiban Dzikir dan Do’a (Ibrah dari Korban Selamat Gempa Palu)

0 135

Keajaiban Dzikir dan Do'a (Ibrah dari Korban Selamat Gempa Palu)

Keajaiban Dzikir dan Do’a (Ibrah dari Korban Selamat Gempa Palu)

Berbagai Fenomena dan Kisah Yang Memilukan Sejak terjadinya Gelombang Tsunami dan Gempa Tektonik yang berkekuatan 7,7 SR, di kota Palu, Donggala, Sigi dan Sekitarnya. Mulai dari keluarga yang kehilangan rumahnya, kehilangan sanak Familinya (anak, Istri, Suami dan orang tua) tercinta mereka sampai kepada mereka yang berhasil berjuang melawan derasnya arus gelombang Tsunami, tapi kemudian bisa selamat dan bertahan hidup sampai saat ini.

Sebut saja Ibu Rani seorang Ibu rumah tangga yang berusia sekitar 30-an Tahun, Warga kota Palu yang selamat dari amukan Tsunami beserta putra semata wayangnya. Sebagaimana yang dituturkan berikut :

Sore itu (Jumat, 28 Septi’ 2018), Rani bersama beberapa Ibu-ibu lainnya lagi ngumpul di rumah salah seorang temannya. Entah  mengapa tiba-tiba Rani merasa nggak enak perasaannya, baru saja beberapa menit dia beranjak dari tempat duduknya, tiba-tiba warga sudah berteriak tsunami….tsunami….tsunami….. .

Tak pelak lagi, Rani dan teman-temannya secara spontan berlarian untuk menyelamatkan diri. Namun  apa daya gerakan gelombang tsunami telah menelan dan membolak-balikkan tubuh Rani dan teman-temannya hingga pakaian yang melekat di badan sudah habis terlepas semua, diantara mereka ada nyangkut diatap rumah, pohon-pohon, bahkan ada yang ditarik oleh gelombang tsunami ke tengah-tengah laut.

Subhanallah…. Allah Maha kuasa, Rani masih bisa selamat, walau dengan susah payah Ia memeluk erat disebuah pohon kayu yang berdiameter satu setengah meter. Hari semakin malam, Rani masih bertahan diatas pohon, karena khawatir masih datang tsunami susulan. Benar  saja sekitar beberapa saat kemudian datang lagi tsunami susulan, walau tidak sedahsyat yang pertama, namun tetap saja merusak beberapa rumah saat itu.

Rani baru tersadar ketika waktu sudah menjelang shubuh, rasa paniknya sedikit mulai hilang, dan mulai mengingat buah hatinya Rahmat yang baru berumur 6 thn. Secara  pelan-pelan Rani menuruni pohon. Sesaat kemudian tidak jauh dari pohon itu Rani menemukan sepenggal kain spanduk lalu kemudian menutupi badannya dengan seadanya.

Subhanallah…. Lagi-lagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukkan kuasa-Nya. Ketika  menjelang waktu shubuh tiba dengan suasana yang masih gelap gulita, sesosok wanita bercadar tiba-tiba muncul dihadapan Rani dengan membawa pakaian Busana Muslim yang lengkap. Masih dengan suara tangis yang terisak-isak, Rani memohon kepada wanita tersebut agar dipinjamkan busana itu kepadanya. Tanpa  pikir panjang lagi wanita itu langsung menyerahkan busana tersebut kepada Rani.

Masih dengan sisa tenaga yang tertatih-tatih Rani melangkah menuju ke jalan raya. Ia mulai merasakan rasa sakit disekujur tubuhnya akibat adanya beberapa goresan dan benturan benda keras sewaktu dihempaskan oleh tsunami. Bisa dibayangkan…. mulai dari waktu maghrib sampai kemudian terhempas oleh tsunami, lalu nyangkut dipohon, nyaris nggak tidur semalaman, ditambah dengan rasa sedih yang sangat dalam. Syukur alhamdulillah ketika waktu menjelang pagi seseorang yang berbaik hati mengantar Rani ketempat keluarganya.

Rupanya dibalik keselamatan Rani dari amukan tsunami, ada sosok yang paling berperan, yaitu Rahmat Putra Kesayangannya. Menurut  penuturan Paman Rani, bahwa begitu mengetahui Ibunya terperangkap tsunami, semalaman bahkan sampai shubuh Rahmat berdzikir dan berdoa memohon perlindungan dan keselamatan Ibunya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ketika Rani tiba dirumah dan berjumpa putra kesayangannya, suasana haru yang diiringin dengan rasa tangispun tak bisa dihindari, Semua yang hadir pada saat itu ikut sedih oleh karena menyaksikan Rani dipertemukan oleh Allah dengan putra kesayangannya.

Seperti yang tuturkan oleh Rani bersama Pamannya Kepada  Relawan Tim Peduli Bencana Hidayatullah: #ImranBaharuddinAbdulQadir.

Sumber: Akun Facebook Yusuf Attamimi II.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: