DPW DKI Jakarta dan Depok

Keajaiban Lailatul Qadr

0 358

Keajaiban Lailatul Qadr

Keajaiban Lailatul Qadr

Bulan  Ramadhan  adalah bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang mulia (lailatul qadr) malam yang didalamnya diturun-kan Al-Qur’an dan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala mengabar-kan bahwa ia lebih mulia dari seribu bulan dari segi keutamaan,  kemuliaan-nya dan banyaknya pahala.

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman :

“ Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada satu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberikan peringatan Pada malam itu di jelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad-Dukhaan : 3-4).

Ma’na Al-Qadr

Al-Qadr artinya kemuliaan, keagungan atau taqdir dan qadha (ketentuan) karena lailatul qadr sangat agung dan sangat mulia yang mana pada malam itu Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menenukan/ menetapkan semua urusan yang akan terjadi sela-ma satu tahun.

Kapankah Lailatul Qadr itu ?

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan dalam Fathul Bari 42-50 pendapat dalam penentuan malam lailatul qadr dan yang paling rajih bahwa dia pada malam-malam yang ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengabarkan hal itu. Beliau bersabda:

“Carilah malam lailatul qadr pada tanggal-tanggal ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dalam hadits yang lain beliau bersabda:

 “Carilah lailatul qadr pada sepuluh malam yang terakhir pada malam 21, 23, 25 dan 27.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani).

Maka barangsiapa yang menghi-dupkan sepuluh malam terakhir khu-susnya malam-malam ganjil dari bulan Ramadhan dengan amalan-amalan ibadah niscaya akan menda-patkan lailatul qadr dan mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berupa ampunan dan pahala.

Adapun  hikmah dari disembunyi-kannya waktu tepatnya lailatul qadr agar supaya kaum muslimin memper-banyak ibadah dikeseluruhan malam bulan Ramadhan terutama pada malam-malam ganjil pada malam terakhir di bulan Ramadhan karena lailatul qadr berpindah-pindah setiap tahunnya.

Keutamaan Lailatul Qadr

Diantara keutamaan lailatul qadr adalah:

  1. Malam Diturun-kan Al-Quran.
  2. Malam lailatul qadr lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana dalam Al Qur’an surat Al-Qadr ayat 3

Maksudnya pahala ibadah pada saat itu lebih baik dari pada seribu bulan bagi mereka yang menghidup-kannya dengan berbagai macam ibadah dan kebaikan seperti shalat, dzikir dan berdo’a.

  1. Bagi mereka yang menghidupkan malam lailatul qadri dengan memper-banyak ibadah maka Allah Subhaanahu Wa Ta’ala akan mengampuni dosa–dosanya  yang telah lalu. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya: “Barang siapa yang beribadah kepada Allah di malam lailatul qadr maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘Alaih)
  2. Pada malam itu turun para malaikat dan mereka tidak turun (ke bumi) kecuali membawa kebaikan dan berkah serta kasih sayang. sebagaimana dalam Al Qur’an surat Al-Qadr ayat  4
  3. Malam lailatul qadr adalah malam keselamatan. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman :

 “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qadr:5)

Yaitu selamat dari kesalahan dan penyakit atau selamat dari azab dan siksaan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.

Tanda-tanda Lailatul Qadr

Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari : “Telah disebutkan dalam beberapa riwayat tanda-tanda lailatul qadr namun kebanyakan tanda-tanda tersebut tidak nampak kecuali setelah lewat malam tersebut”

Para ulama telah menyebutkan be-berapa tanda-tanda tersebut, berdasar-kan hadits-hadits yang shahih diantara-nya :

  1. Bulan Sabit

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Kami bermudzakarah  (bertanya-tanya)  tentang kapan malam lailatul qadr ber-sama dengan Rasulullah Subhaanahu Wa Ta’ala, maka beliau bersabda :

“Siapa saja diantara kalian yang mengingat ketika terbit bulan dan saat itu bulan bagaikan belahan piring (bulan sabit)” (HR. Muslim)

  1. Suhu udara pada malam itu tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin

Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah Subhaanahu Wa Ta’ala bersabda:

Malam Lailatul qadr adalah malam yang sejuk tidak panas dan tidak dingin, di pagi harinya cahaya mentarinya lembut dan berwarna merah“ (HHR. Ath Thayalisi, Ibnu Khuzaimah dan Al Bazzar)

  1. Cahaya Matahari Pada Pagi Hari-nya Tidak Menyengat

Dari Ubaiy bin Ka’ab Radhiyallahu ‘Anhu  berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam  bersabda:

Pagi hari dari malam lailatul qadr terbit matahari tidak menyengat bagaikan bejana, sampai meninggi” (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud).

Namun tidak ada halangan bagi yang tidak melihat atau mengetahui tanda-tandanya untuk mendapatkan keutamaan dan pahalanya selama dia menghidupkan pada sepuluh malam terakhir dengan ibadah karena iman & mengharapkan pahala dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.

Amalan Yang Disyariat-kan Pada 10 Malam Terakhir Di Bulan Ramadhan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam senantiasa bersung-guh-sungguh dalam ibadah pada sepuluh malam terakhir, tidak seperti dua puluh malam pertama. Seba-gaimana yang dikatakan oleh shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan hal yang tidak beliau lakukan pada malam yang lainnya.” (HR. Muslim).

Para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para salafus shaleh juga memuliakan sepuluh malam terakhir ini serta bersungguh-sungguh di dalamnya dengan memperbanyak amal kebaikan, untuk itu dianjurkan secara syar’i kepada seluruh kaum muslimin untuk mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam  dan para shahabatnya Radhiyallahu ‘Anhu dalam menghidupkan malam-malam ini dengan beri’tikaf di masjid-masjid, shalat, istighfar, mem-

baca Al-Qur’an serta berbagai ibadah lainnya, agar mendapatkan kemenangan berupa ampunan dan pembebasan dari api Neraka.

Dan disunnahkan bagi seorang muslim untuk memperbanyak do’a pada malam-malam tersebut karena do’a di waktu-waktu tersebut mustajab dan do’a yang diulang-ulang pada waktu tersebut adalah do’a yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah ÑÖí Çááå ÚäåÇ bahwasanya  dia berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika saya mendapatkan lailatul qadr maka apa yang aku katakan?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam  bersabda: “Katakanlah:

 “Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fuannii (Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampum, mencintai ampunan (maaf) maka ampunilah aku).” (HSR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) .

Hendaknya bagi setiap muslim untuk bersungguh-sungguh dalam  beribadah  pada malam-malam  ini,  sebab yang demikian  itu  adalah  kesempatan seumur  hidup  dan kesempatan itu tidak selalu ada.

Sesungguhnya Allah Subhaanahu Wa Ta’ala telah memberitahukan bahwa malam itu lebih mulia dari seribu bulan atau delapan puluh tiga tahun lebih.

Seandainya seseorang beribadah  kepada Allah   selama delapan puluh tiga tahun lebih, maka lailatul qadr lebih baik dari itu, dan hal tersebut merupakan keutamaan dan karunia yang sangat besar. Karunia apakah yang lebih besar dari hal itu.

Dan sangatlah merugi orang yang tidak sempat mendapatkan pahala di waktu-waktu mulia dan musim-musim maghfirah disebabkan kelalai-annya dan ketidak seriusannya dalam beribadah. [AM/sym].

Maraji’ :

  1. Fatawa Fish Shiyam, Syekh Abdullah Al Jibrin
  2. Ad Durus Ar Ramadhaniyah, Muassasah Al Haramain Markazul Bahts Al Ilmi
  3. Fathul Baari, Ibnu Hajar Al Asqalani

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: