DPW DKI Jakarta dan Depok

Kerusakan dan Kerugian Dampak Gempa Sulteng Capai Rp 13, 82 Trilyun

0 184
Relawan sedang mengevakuasi k orban dampak gempa Sulteng
Kerusakan dan kerugian dampak gempa Sulteng capai Rp 13, 82 Trilyun, dengan dampak kerugian dan kerusakan paling besar di sektor permukiman.

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Kerusakan dan kerugian materi sebagai dampak  dari gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda 4 daerah di Sulawesi Tengah, yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong mencapai belasan trilyun rupiah.

Badan Nasioanal Penanggulangan Bencana (BNPB) menaksir,  kerugian materi akibat gempa dan tsunami Sulteng mencapai 13, 82 Trilyun Rupiah.

“Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB terus melakukan pendataan dan melakukan kaji cepat untuk menghitung dampak bencana, hasil perhitungan sementara terhadap kerugian dan kerusakan akibat bencana berdasarkan data per 20/10/2018, mencapai lebih dari 13,82 trilyun rupiah”, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Puspo Nugroho melalui keterangan tertulis kepada wahdahjakarta.com, Ahad (20/10/2018) sore.

Sutopo merinci, dari Rp 13,82 trilyun dampak ekonomi akibat bencana tersebut, kerugian mencapai Rp 1,99 trilyun dan kerusakan mencapai Rp 11,83 trilyun.

“Dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini meliputi 5 sektor pembangunan yaitu kerugian dan kerusakan di sektor permukiman mencapai Rp 7,95 trilyun, sektor infrastruktur Rp 701,8 milyar, sektor ekonomi produktif Rp 1,66 trilyun, sektor  sosial Rp 3,13 tilyun, dan lintas sektor mencapai Rp 378 milyar”, jelasnya.

“Kerusakan meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 362 unit, jalan 168 titik retak, jembatan 7 unit dan sebagainya”, tambahnya.

Dampak kerugian dan kerusakan di sektor permukiman adalah paling besar karena luas dan masifnya dampak bencana. Hampir seluruh bangunan sepanjang pantai di Teluk Palu bangunan rata tanah dan rusak berat.

“Terjangan tsunami dengan ketinggian antara 2,2 hingga 11,3 meter dengan landaan terjauh mencapai hampir 0,5 km telah menghancurkan permukiman disana. Begitu juga adanya amblesan dan pengangkatan permukiman di Balaroa. Likuifaksi yang menenggelamkan permukiman di Petobo, Jono Oge dan Sibalaya telah menyebabkan ribuan rumah hilang”, terangnya.

Menurutnya jumlah dalam data ini kemungkinan masih akan bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan.

 “Diperkirakan dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini akan bertambah, mengingat data yang digunakan adalah data sementara”, pungkasnya.  [ed:sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: