DPW DKI Jakarta dan Depok

Kesalahan-Kesalahan Suami  (2):  Membiarkan Hubungan Antara Istri dan Mertua Jadi Renggang

0 307

Ketika  hubungan antara istri dan mertua renggang peran suami untuk mendamaikan dan mengeratkan sangat ditunggu dengan begitu ketentraman menjadi sempurna.

Inilah kesalahan yang sering dilakukan suami, membiarkan istri dan orang tuanya tidak akur. Ia tidak berusaha mendamaikan dan membangun keharmonisan di antara mereka berdua.

bisa juga terjadi sebaliknya sang suami memperuncing permusuhan dan membangun jurang diantara kedua pihak. Misalnya  dia sengaja menampakkan cintanya kepada istrinya secara berlebihan ketika berada di hadapan orang tuanya. di saat yang sama ia malah berkata kasar pada mereka.  Atau, sebaliknya suami mendzalimi istri dan membenarkan mentah-mentah semua perkataan orang tua nya tentang istrinya.  Padahal  bisa saja sang istri tidak bersalah,  dan sebaliknya orang tuanyalah yang keliru.

Tak  sedikit orang tua yang bertabiat keras. Seolah-olah tak ada yang sedap dalam pandangan mereka. Lalu  karena silang-selisih dengan menantunya ia lantas menyuruh putranya menceraikan istrinya. Padahal sang istri tidak melakukan sesuatu yang mengharuskannya diceraikan.

Lalu ada juga orang tua yang mengobarkan kemarahan anaknya dengan membohongi putranya. Katanya menantunya telah berbuat kurang ajar. Sang  anak kemudian menelan mentah-mentah informasi dari orang tuanya. Padahal ia bahkan belum cukup baik memenuhi hak istrinya, bahkan menguranginya.

Lantas apa solusi untuk situasi seperti ini? apakah sang suami harus berpangku tangan atau bersikap pasif? atau menuruti segala komentar orang tuanya tentang istrinya? ataukah sebaliknya, mencela orang tuanya menganggap bodoh pendapat mereka untuk menolaknya dengan kasar?

Tentu saja bukan itu solusinya yang harus dia lakukan adalah berusaha keras mendamaikan dan membangun keharmonisan di antara mereka.

Seseorang  dapat dikatakan memiliki kepribadian kuat jika ia mampu menimbang  antara hak dan kewajiban meskipun keduanya kadang tampak bertabrakan bagi sebagian orang. Ia  dapat tetap jernih walaupun masalahnya terlihat kabur dan dapat menjerumuskan dalam kebimbangan. Sikap  bijaknya dituntut. Caranya  dengan menunaikan hak semua pihak. Tanpa  menzholimi salah satu dari kedua belah pihak.

Di sinilah keagungan syariat Islam tampil.  Di dalamnya terkandung seperangkat hukum yang membangun keseimbangan di antara berbagai unsur yang berbeda-beda.

orang tua punya hak, istri pun demikian. Keduanya  tak pernah berlawanan tapi hanya orang cerdas yang mampu memberikan hak masing-masing pihak.  begitu banyak persoalan sosial dan problem rumah tangga terjadi karena rusaknya keseimbangan ini.

Berikut ini sejumlah tips yang dapat anda lakukan dalam membantu mengakurkan  hubungan antara orang tua dan istri anda;

Pertama,  Perhatikan dan pahami tabiat kedua orang tua. Caranya  jagalah bakti anda bahkan setelah menikah.

Kedua, Bersikap adillah terhadap istri. Caranya  dengan mengetahui haknya dan tidak menerima semua yang Anda dengar tentang dirinya dari orang tua Anda. Percayalah kepada diri sendiri dan senantiasa kedepankan prasangka baik.

Ketiga,  Jalin kesepahaman. Contohnya  dengan meminta istri memberikan hadiah kepada orang tua, atau beli hadiah yang diberikan pada istri anda agar ia memberikannya sebagai hadiah untuk kedua orang tua Anda. Langkah  itu dapat melembutkan hati mencabut akar permusuhan serta mengundang kasih sayang.

Keempat, Bangun saling pengertian dengan istri. Misalnya  dengan mengatakan padanya, “Orang tuaku adalah bagian yang tak terpisahkan dariku. Sekalipun bersedih takkan mungkin durhaka kepada beliau berdua. aku takkan mungkin dapat menerima penghinaan apa pun terhadap beliau. Sungguh cintaku padamu akan bertambah dan bertumbuh jika Dinda selalu sabar dan memperhatikan orangtuaku’’.

Ingatkan pula padanya bahwa suatu hari kelak ia akan menjadi Ibu. Mungkin  saja ia akan menghadapi situasi yang ia kini hadapi bersama orang tuanya. Relakah yang diperlakukan buruk?

Segarkan  ingatannya, perselisihan hanya akan menambah kesulitan. Sebaliknya  kelembutan yang menyemati sesuatu pastilah membuat indah, dan sesuatu itu berubah buruk ketika kelembutan tercerabut darinya.

 Sumbet: Min Akhtail Azwaj (edisi Indonesia: Agar Suami Disayang Istri), Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: