DPW DKI Jakarta dan Depok

Ketua Wantim MUI Soroti Politisasi Isu Khilafah dalam Pemilu/Pilpres

0 101
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Ketua Dewan Pertimbangan MajelisUlama Indonesia (Wantim MUI) Dien Syamsuddin mengimbau pasangan calon presiden dan Wakil Presiden untuk menghindari isu keagamaan dalam kampanye. Salah satu contohnya seperti isu khilafah.

“Karena hal itu merupakan bentuk politisasi Agama yang bersifat pejoratif (menjelekkan)”, jelasnya. Ketika menyampaikan imbauan sesuai taushiyah Wantim MUI ke.37 27 Maret 2019, Jum’at (29/03/2019).

“Walaupun di Indonesia khilafah seabgai lembaga politik tidak diterima luas, namun khilafah yang disebut dalam Al-Qur’an adalah ajaran Islam yang mulia (manusia mengemban misi menjadi Wakil Tuhan di Bumi/ khalifatullah fil ardh)”, terangnya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga memandang, mempertentangkan  khilafah dengan Pancasila adalah identik dengan mempertentangkan  Negara Islam dengan Negara Pancasila. Menurutnya masalah ini sesungguhnya sudah lama selesai dengan penegasan Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi was Syahadah (Negara Kesepakatan dan Kesaksian).

“Upaya mempertentangkannya merupakan upaya membuka luka lama dan dapat menyinggung perasaan umat Islam”, tegasnya.

Prof Dien juga menolak upaya labelisasi anti pancasila terhadap kelompok tertentu. “Menisbatkan sesuatu yang di dianggap Anti Pancasila terhadap suatu kelompok  adalah labelisasi dan generalisasi (mengebyah-uyah) yg berbahaya dan dapat menciptakan suasana perpecahan di tubuh bangsa”, ungkapnya.

Oleh karena itu ia mengimbau segenap keluarga bangsa agar jangan terpengaruh apalagi terprovokasi dengan pikiran-pikiran yang tidak relevan dan kondusif bagi penciptaan Pemilu/Pilpres damai, berkualitas, berkeadilan, dan berkeadaban. []

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: