DPW DKI Jakarta dan Depok

Ketum DPP BKPRMI : 100.000 Guru Ngaji Terdampak Covid-19 Tak Dapatkan Bantuan dari Pemerintah

0 102

 

 

(Jakarta) Wahdahjakarta.com – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) meminta kepada pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta seluruh elemen masyarakat yg mampu dan Donatur untuk ikut membantu 100.000 guru ngaji dan ustadz-ustadzah TK TPA BKPRMI yang terdampak Covid-19 yg tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah di daerahnya masing masing,karena guru mengaji dan ustadz-ustadzah TK TPA adalah aset ummat dan bangsa yg selama ini memberikan ilmunya dgn ikhlas untuk mencerdaskan Generasi Qurani di seluruh tanah air.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP BKPRMI, Said Aldi Al-Idrus yg juga Wakil ketua Satgas Nasional PP DMI dalam keterangan usai monitoring dan menyerahkan bantuan sembako kepada guru ngaji dan ustadz ustadzah TK TPA BKPRMI di tasikmalaya jawa barat Minggu (03/05).

Menurut Said,100.000 ustadz dan ustadzah TK TPA tengah dilanda masalah ekonomi sejak ada wabah virus corona baru (Covid-19) yang menyerang hampir di seluruh wilayah Indonesia dan Dunia,mereka sangat kena dampaknya di karenakan adanya arahan pemerintah melalui menteri pendidikan RI untuk belajar dari rumah,justru itu kami meminta pemerintah melalui menteri pendidikan nasional dan Kementerian agama RI kembali mendata dan membantu guru mengaji dan ustadz ustadzahTK TPA yg terdampak saat sekarang ini yg tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah…

Said, mencontohkan di daerah Aceh dan jawa barat ada sekitar 15000 guru ngaji dan ustadz ustadzah TKbTPA BKPRMI yang merupakan masyarakat menengah ke bawah yang tak menerima bantuan dari pemerintah padahal mereka sangat membutuhkan bantuan tersebut alhamdulillah banyak juga dari mereka mendapatkan bantuan dari para wali murid dan santri serta donatur yg peduli, walaupun kami yakin para guru ngaji dan ustadz ustadzah tidak pernah meminta bantuan tersebut.ujar said

“Pandemi virus corona (Covid-19) telah memunculkan berbagai dampak serius terhadap masyarakat, termasuk 100.000 ustadz/ustadzah TK TPA di indonesia,” kata Said.
. Dari jumlah itu, 50 persen di antaranya termasuk golongan tak mampu dari segi ekonomi,” tambahnya.

Untuk itu Said meminta kepada pemerintah pusat,provinsi,kabupaten dan kota se indonesia serta dukungan dari seluruh masyarakat yg masih berkemampuan dan peduli agar dapat meringankan penderitaan yang dialami Guru mengaji, ustadz dan ustadzah TK TPA BKPRMI di tanah air.kepedulian kita bersama sangat di harapkan ujar said yg di dampingi ketua 1 DPP BKPRMI H.Yeyen munawar dan Dirnas LPPTKA Gunawan,Wasekjend Haryanto,Seknas LPPKS H.Ana Rustiana usai menyerahkan bantuan sembako kepada ustadz ustadzah TK TPA yg tidak menerima bantuan pemerintah di kota tasikmalaya jawa barat

Sementara itu, Direktur nasional Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur’an Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA BKPRMI) H. Gunawan HS mengatakan, sebelum pandemi virus corona, rata-rata penghasilan guru ngaji diindonesia sekitar Rp 150.000 hingga Rp 1.000.000/bulan.

“Namun, sejak awal Maret 2020, penghasilan yang relatif kecil itu pun hilang total sejalan dengan tidak aktifnya proses belajar mengajar di Lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an/Balai Pengajian sebagai antisipasi merebaknya virus corona,” ujarnya.

Merespons kondisi sulit ini, LPPTKA BKPRMI pusat berharap adanya kepedulian dari berbagai pihak untuk memberikan perhatian berupa bantuan Seikhlasnya guna mengurangi beban para ustadz-ustadzah TK TPA yang sangat merasakan dampak pandemi global ini.

Donasi dalam bentuk bantuan sembako dan dana.
Untuk konfirmasi penyaluran bantuan bisa menghubungi
H. Yeyen munawar : 082119018199
H. Gunawan HS. : 08129910064
Hj Neneng Anita : 082112439202
“Insya Allah dengan uluran tangan kita, Bisa meringankan penderitaan yang dihadapi para guru ngaji ustadz ustadzah di tanah air.”

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: