DPW DKI Jakarta dan Depok

Keutamaan Bulan Ramadhan [1]: Ramadhan Bulan Al-Qur’an 

0 286
Keutamaan Bulan Ramadhan [1]: Ramadhan Bulan Al-Qur'an 
Ramadhan Bulan Al-Qur’an

 Ramadhan Bulan Al-Qur’an

Allah menciptakan  dan memilih yang termulia diantara ciptaan-Nya sesuai kehendak-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, . .” (QS.Al-Qashash:68)

Allah menciptakan manusia, dan memilih para Nabi dan Rasul sebagai manusia termulia. Lalu dari seluruh Nabi dan Rasul yang diutus-Nya, Allah memilih para rasul Ulul Azmi sebagai yang paling mulia. Dari semua nabi dan Rasul Ulul Azmi, Allah pilih nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi dan Rasul yang paling mulia. Bahkan beliau digelari sebagai sayyidu waladi Adam (pemimpin para keturunan Adam).

Allah juga menciptakan hari-hari sejumlah tujuh hari dalam sepekan. Dari ketujuh hari tersebut Dia memilih Jum’at sebagai hari paling mulia yang merupakan sayyidul ayyam. Demikian pula dengan jumlah bulan (syahr) dalam setahun ada 12 bulan yang bermula dari Muharram dan berakhir di Dzulqa’dah. Dari keduabelas bulan tersebut Allah memilih Asyhurul Hurum dan bulan Ramadhan sebagai bulan termulia. Ramadhan yang merupakan bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah memiliki banyak keistimewaan. Sebagaimana diterangkan dalam ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tulisan ini akan  menguraikan beberapa keutamaan bulan Ramadhan sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam al-Qur’an dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya.

  1. Ramadhan Bulan Al-Qur’an

Ramadhan dijuluki pula sebagai syahrul Qu’an (bulan al-Qur’an). Sebab al-Qur’an yang merupakan kitab hidayah bagi orang bertakwa, serta pembeda (furqan) antara haq dan bathil diturunkan oleh Allah Ta’ala pada bulan ini, yakni bulan Ramadhan. Allah Ta’ala berfirman :

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an” (QS. Al-Baqarah : 185)

Menurut Syekh. DR. Salman bin Fahd al-‘Audah rahimahullah, Firman Allah, “diturunkan didalamnya Al-Qur’an” mengandung beberapa makna:

  1. Maksudnya, diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhuma.
  2. Boleh jadi maksudnya adalah diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam dimulai pada bulan Ramadhan. Dimana, Al-Qur’an diturunkan pertama kali pada malam Lailatul Qadri, sedangkan Lailatul Qadri bagian dari bulan Ramadhan.
  3. Dikatakan, bahwa makna “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnnya diturunkan Al-Qur’an” maksudnya diturunkannya Al-Qur’an pada bulan ini sebagai pujian dan sanjungan terhadap bulan Ramadhan serta penjelasan tentang keutamaannya dan kewajiban berpuasa pada bulan tersebut.

Ayat lain yang menerangkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan adalah surah al-Qadr ayat 1 dan ad-Dukhan ayat 3:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ [٩٧:١

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan” (Qs al-Qadr:1).

حم [٤٤:١] وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ [٤٤:٢]إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ [٤٤:٣

Haa miim. Demi Kitab (Al Quran) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. (Qs. Ad-Dukhan:1-3).

Allah Ta’ala menyebut malam diturunkannya al-Qur’an sebagai lailatul qadri (malam yang mulia) dan lailah mubarakah (malam yang diberkahi [lailautul qadri]). Dan malam lailatul qadri tersebut terdapat pada bulan Ramadhan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasai, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada para sahabat, “Ramadhan telah mendatangi kalian. Bulan yang penuh berkah. Allah memfardhukan kepada kalian berpuasa pada bulan ini. …… Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sesiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka terhalangi dari kebaikan”. (Terj. HR. Nasai).

Bahkan pewajiban dan pensyariatan puasa pada bulan Ramadhan dikaitkan dengan peristiwa diturunkannya la-Qur’an pada bulan tersebut. Dimana setelah menyatakan, Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Qur’an, barulah Allah perintahkan kewajiban berpuasa pada ayat 185 surah Al-Baqarah. [sym].

Sumber:  Durus Ramadhan; Waqafat Lish Shaimin, Karya Syekh. DR. Salman bin Fahd al-‘Audah rahimahullah. 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: