DPW DKI Jakarta dan Depok

Keutamaan Bulan Ramadhan [2]:  Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, dan Setan Dibelenggu

Bulan Ramadhan Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, dan Setan Dibelenggu
0 491
Keutamaan Bulan Ramadhan [2]:  Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, dan Setan Dibelenggu
Bulan Ramadhan Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, dan Setan Dibelenggu

Keutamaan Bulan Ramadhan [2]:  Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, dan Setan Dibelenggu

wahdahjakarta.com| Diantara keutamaan bulan Ramadhan adalah bahwa pada bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka. Pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu atau diikikat. Sebagaimana dikabarkan dalam hadits Bukhari Muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

” إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ , وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ , وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ ”

Jika datang bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu” Dalam riwayat lain “para setan dirantai (shufidat)” (HR Bukhari & Muslim)

Maksud dari setan dibelenggu dan dirantai, adalah bahwasanya pada bulan Ramadhan mereka tidak leluasa melakukan apa yang biasa mereka lakukan diluar bulan Ramadhan. Oleh karena itu, anda dapati bahwa was-was (bisikan), godaan dan tipu daya setan kepada manusia pada bulan Ramadhan lebih sedikit dibanding bulan-bulan yang lain. Bahkan setan takut kepada bulan Ramadhan, sebagaimana ia takut kepada adzan dan Iqamat sehingga ia lari ketika mendengar adzan dan Iqamat.

Mungkin salah satu bukti nyata yang dapat kita lihat adalah jika bulan Ramadhan datang, para ahli maksiat bersiap-siap untuk bertaubat. Sering pula kita jumpai sebagian orang bertanya saat menjelang Ramadhan dengan pertanyaan yang menunjukan kesiapan mereka untuk bertaubat. Diantara mereka ada yang bertanya: ”Saya pernah berbuat dzolim, bagaimana saya dapat melepaskan diri darinya?” Ada juga yang bertanya : ”Saya pernah melakukan maksiat ini, bagaimana saya bertaubat darinya?”. Yang lainnya bertanya: “Saya melalaikan ketaatan ini dan itu, bagaimana agar saya dapat memelihara ketaaatan tersebut?” Demikian seterusnya.

Mereka bersiap-siap untuk bertaubat sebelum bulan Ramadhan. Berarti setan takut dengan dekatnya kedatangan bulan Ramadhan, dimana pada bulan ini tipudaya dan pengaruhnya melemah. Lalu bagaimana lagi, jika Ramadhan telah masuk setan-setan dibelenggu &  diikat dengan rantai, mereka tidak akan mampu memperdaya manusia kecuali dalam beberapa dosa yang sedikit.

Namun, disisi lain ada jiwa-jiwa jahat yang sangat cepat merespon bisikan-bisikan setan. Sehingga ketika pengaruh setan melemah pada bulan Ramadhan dia tetap jahat. Oleh karena itu, anda jumpai orang yang tetap menyimpang pada bulan Ramadhan. Saya pernah melihat contoh yang seperti ini bahkan sebagian mereka melakukan pelanggaran pada malam 27 Ramadhan, bahkan terkadang sekelompok orang yang telah tertutupi hatinya berkumpul melakukan perbuatan sia-sia, minum-minum (khamar), bernyanyi dan bahkan berzina, Wal ‘iyaadzu billah. [sym]. 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: