DPW DKI Jakarta dan Depok

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

0 199

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah malam Lailatul Qadar, sebagaimana dikabarkarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyampaikan kabar gembira kedatangan Ramadhan di hadapan para Sahabat. “Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan”, kata sang Nabi. Malam tersebut dikenal dengan malam al-qadar, atau kemuliaan, yang masyhur dan popular dengan nama malam lailatul qadar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan pula bahwa siapa yang tidak memperoleh kebaikan malam lailatul qadar tersebut, maka sesungguhnya ia telah terluput dari kebaikan yang banyak. Sebab malam lailatul qadar memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. Diantaranya.

  1. Allah Menurunkan Satu Surat Utuh yang Menjelaskan Keutamaannya

Keutamaan malam lailatul qadar dijelaskan oleh Allah dalam satu surat tersendiri. Yakni surat Al-Qadar.

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (lailatul qadar) itu?  Lailatul qadar (Malam kemuliaan)  itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Qs. Al-Qadar:1-5).

  1. Malam Diturunkannya Al-Quran

Sebagaimana dalam Surat Al-Qadar, “Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Laitul qadar)”. (terj. Qs. Al-Qadar: 1).

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,

“Allah menurunkan Al Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkannya  kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun.” (Tafsir Ibn Katisr 14: 403).

  1. Lebih Baik dari Seribu Bulan

Malam lailatul qadr lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana dalam Al Qur’an surat Al-Qadr ayat 3. “Malam Lailatul qadar lebi baik dari seribu bulan”. (Qs. Al-Qadar:3).

Maksudnya pahala ibadah pada saat itu lebih baik dari pada seribu bulan bagi mereka yang menghidup-kannya dengan berbagai ibadah dan kebaikan seperti shalat, dzikir dan berdo’a.

  1. Malam yang Penuh Berkah

Malam lailatul qadar adalah malam yang penuh berkah sebagaimana firman Allah  Allah Ta’ala

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3).

Malam yang penuh berkah yang dimaksud disini adalah malam ‘lailatul qadar’, karena Al-Qur’an diturunkan pada malam lailatul qadar, sebagaimana pada pon nomor dua.

  1. Para Malaikat dan Malaikat Jibril Turun Pada Malam Lailatul Qadar

Pada malam itu turun para malaikat dan mereka tidak turun (ke bumi) kecuali membawa kebaikan dan berkah serta kasih sayang. Sebagaimana  dalam Al Qur’an surat Al-Qadar ayat  4.

Ibnu Katsir mengatakan;

Pada malam Lailatul Qadar banyak Malaikat yang turun karena banyaknya berkahpada malam tersebut. Karena turunnya malaikat menandakan turunnya berkah dan rahmat. Sebagaimana malaikat turun ketika ada yang membacakan Al Qur’an, mereka akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis dzikir -yaitu majelis ilmu-. Dan malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena malaikat sangat mengagungkan mereka”. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407)

  1. Malam Lailatul Qadar adalah Malam Keselamatan

 Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman :

 “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qadar: 5)

Yaitu selamat dari kesalahan dan penyakit atau selamat dari azab dan siksaan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.

Imam Mujahid mengatakan, bahwa makna Salam pada malam tersebut adalah;

 “Malam tersebut penuh keselamatan dimana setan tidak dapat berbuat apa-apa pada malam tersebut baik berbuat jelek atau mengganggu yang lain. Demikianlah kata Mujahid (Tafsir Ibn Katsir, 14: 407).

  1. Lailatul Qadar adalah Malam Ditetapkannya Takdir Tahunan

Malam lailautul qadar merupakan malam ditetapkannya takdir tahunan, Allah Ta’ala berfirman,

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4).

Ibnu Katsir mengutip dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhahak dan ulama salaf lainnya bahwa, ”Pada Malam Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rizki. Segala  sesuatu  juga hingga akhir dalam setahun”.

  1. Orang yang menghidupkan malam ‘Lailatul Qadar’ Akan Diampuni Dosanya yang Lalu

Bagi mereka yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan memper-banyak ibadah maka Allah Subhaanahu Wa Ta’ala akan mengampuni dosa–dosanya  yang telah lalu. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya:

 “Barang siapa yang beribadah kepada Allah di malam lailatul qadr maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘Alaih). [sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: