DPW DKI Jakarta dan Depok

Keutamaan Penghafal Al-Qur’an (1)

0 367

Keutamaan Penghafal Al-Qur’an (1)

Al-Qur’an adalah kitab suci Allah yang mulia. Diturunkan oleh yang Maha Mulia Allah Ta’ala  kepada manusia termulia, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui Malaikat paling mulia (Malaikat Jibril) di tempat paling mulia (Makkah) dan pada waktu paling mulia, yakni bulan Ramadhan.

Kemuliaan Al-Quran  berpengaruh pada kemuliaan segala sesuatu yang berkaitan dengannya, termasuk kemuliaan bagi orang yang menghafalnya. Banyak keistimewaan dan keutamaan yang Allah janjikan bagi para penghafal Al-Qur’an. Tulisan ini akan menjelaskan beberapa keutamaan penghafal Al-Qur’an sebagaimana dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits beliau.

  1. Kedudukan Yang Tingggi di Surga

Ketika orang-orang beriman masuk surga, para penghafal Al-Qur’an berada pada posisi yang lebih mulia dan lebih tinggi. Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

” يقال لصاحب القرآن : اقرأ وارتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرأ بها “

Dikatakan kepada pemilik [bacaan/hafalan] Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta bacalah secara tartil. Sebagaimana anda membaca tartil di dunia. Karena kedudukanmu di ayat terakhir yang anda baca.” (HR. Ahmad, 2/192, Abu Daud (1646) Tirmidzi, (2914) dan berkomentar: Hadits ini Hasan Shahih).

Hadits ini menunjukan keutamaan penghafal Al-Qur’an, karena yang dimaksud bacaan disini adalah mengahafalkan.

  1. Diberi Perhiasan Berupa Mahkota dan Gelang Kemuliaan

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alahi wa sallam bersabda:

يجيء القرآن يوم القيامة فيقول : يا رب حلِّه ، فيلبس تاج الكرامة ثم يقول : يا رب زِدْه ، فيلبس حلة الكرامة ، ثم يقول : يا رب ارض عنه فيرضى عنه ، فيقال له: اقرأ وارق وتزاد بكل آية حسنة ” . رواه الترمذي ( 2915 ) وقال : هذا حديث حسن صحيح ، وقال الألباني في ” صحيح الترمذي ” برقم ( 2328 )  .

“Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat dan mengatakan, “Wahai Tuhan, hiasilah dia. Maka dia dipakaikan mahkota kemulaan (Tajul karamah) kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, tambahkanlah dia. Maka dia dipakaikan gelang kemuliaan (Hullatul karamah). Kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, ridhoilah dia, maka (Allah) meridhoinya. Dikatakan kepadanya, “Bacalah dan naiklah. Ditambah setiap ayat suatu kebaikan.” (HR. Tirmizi, (2915) dan Daruquthni dalam Al-‘Ilal  (10/157) Imam Tirmidzi mengatakan, “Hadits ini Hasan Shoheh. Syekh Al-Albani mengatakan di hadits ini hasan).

  1. Bersama Para Malaikat yang Mulia

Para penghafal Al-Qur’an akan bersama dengan para Malaikat yang mulia. Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

مثل الذي يقرأ القرآن وهو حافظ له مع السفرة الكرام البررة ومثل الذي يقرأ وهو يتعاهده وهو عليه شديد فله أجران. رواه البخاري (4653) و مسلم (79

Perumpamaan orang yang membaca Qur’an sementara dia telah menghafalkannya, maka bersama para Malaikat yang mulia. Dan perumpamaan yang membaca dalam kondisi berusaha keras (belajar membacanya) maka dia mendapatkan dua pahala.’ (HR. Bukhari, 4653 dan Muslim, 798.

  1. Didahulukan dalam Kepemimpinan Jika Mampu Mengembannya

Dari Amir bin Wailah bahwa Nafi’ bin Abdul Harits bertemu dengan Umar di ‘Usfan. Dimana dahulu Umar telah mengangkatnya di Mekkah. Maka beliau mengatakan, “Siapa yang anda angkat untuk penduduk wadi (Mekkah)?”Ibnu Abza”, jawabnya. (Umar) bertanya lagi, “Siapa itu Ibnu Abza”? Dijawab, “Salah seorang budak diantara kami”. Umar berkata, “Apakah anda angkat untuk mereka seorang budak? Amir mengatakan; “Beliau adalah pembaca (penghafal) Kitabullah Azza Wajalla dan pandai dalam bidang ilmu Faraidh (ilmu waris). Maka Umar mengatakan, “Sesungguhnya Nabi kalian shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda,“Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Kitab ini suatu kaum dan merendahkan kaum lainnya.” (HR. Muslim, 817). [sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: