DPW DKI Jakarta dan Depok

Keutamaan puasa ‘Asyura

0 171

Puasa ‘Asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram

‘Asyura  atau hari kesepuluh dalam bulan Muharram merupakan hari agung. Keagungan hari ini disamping karena merupakan salah satu hari dari bulan Muharram yang termasuk salah satu  asyhurul hurum, ia juga merupakan hari bersejarah. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menuturkan bahwa ketika tiba di Madinah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati orang-orang Yahudi berpuasa. “Puasa apa ini?”, tanya Nabi. Mereka menjawa, “Ini adalah hari baik dan agung, hari dimana Allah menyelamatkan nabi dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya. Maka nabi Musa berpusa pada hari ini sebagai tanda syukurnya kepada Allah. Sehingga kamipun berpuasa sebagai pengagungan kepada hari ini dan nabi Musa”. Nabi bekata, “Kami lebih berhak atas Musa dari kalian”. Oleh karena itu Nabi berpuasa pada hari ‘Asyura tersebut dan menyuruh para sahabat untuk turut berpuasa. Beliau mengatakan kepada para sahabat, “Kalian lebih berhak atas Musa dari mereka”.

Puasa paling Afdhal Setelah Ramadhan

Puasa ‘Asyura merupakan puasa paling afdhal atau paling utama berdasarkan keumuman hadits riwayat Muslim yang menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (yakni buan) Muharram. (HR. Muslim).

Menurut sebagian Ulama bahwa yang dimaksud dengan puasa pada bulan Muharram ddalam hadits tersebut adalah puasa ‘Asyura.

Puasa yang Diwajibkan sebelum Perintah Puasa Ramadhan

Sebelum turunnya kewajiban puasa Ramadhan, puasa yang diwajibkan kepada Rasululah dan kaum Muslimin adalah puasa Ramadhan. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:

Nabi dahulu puasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia agar berpuasa pula. Ketika turun kewajiban puasa Ramadhan, puasa ‘Asyura ditinggalkan”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Maksudnya tidak wajib, namun hukumnya berubah menjadi sunnah. Seperti halnya Shalat Lail yang menjadi kewajiban sebelum diwajibkannya Shalat lima waktu.

Puasa Sunah yang Sangat Diperhatikan Oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Puasa ‘Asyura merupakan puasa Sunnah yang sangat dijaga dan diperhatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Sebagaimana dituturkan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma;

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ . ” رواه البخاري

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar perhatian untuk berpuasa pada suatu hari yang beliau utamakan dari hari lain melebihi puasa ‘Asyura ini dan bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari).

Menghapus Dosa Selama Setahun

Keutamaan puasa ‘Asyura dapat menghapuskan dosa selama setahun, yakni dosa setahun sebelumnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda;

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ ” رواه مسلم

“, . . dan puasa ‘Asyura saya  berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang sebelumnya”. (HR. Muslim).

Dianjurkan Mendahului Pusa ‘Asyura dengan Puasa Tasu’a

Untuk kesempurnaan puasa ‘Asyura maka dianjurkan pula melaksanakan puasa ‘Asyura dengan berpuasa tasu’a atau sehari sebelumnya, yakni pada tanggal 9 Muharram. Pusa Tasu’a dianjurkan oleh Nabi dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi yang juga berpuasa pada hari ‘Asyura.  Sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Beliau berkata:

“Ketika Nabi puasa A’syura dan beliau memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa, mereka berkata: “Wahai Rasulullah, hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani!! Maka Rasulullah berkata: “Kalau begitu, tahun depan Insya Allah kita puasa bersama tanggal sembelilannya juga”. Ibnu Abbas berkata: “Belum sampai tahun depan, beliau sudah wafat terlebih dahulu”. (HR. Muslim).

Riwayat  Ibnu Abbas inilah yang menjadi dasar hukum anjuran menyempurnakan puasa ‘Asyura dengan puasa Tasu’a atau sehari sebelumnya. [sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: