DPW DKI Jakarta dan Depok

Kisah Haru Ibu Jamila Lari Kencang Saat Hamil Tua

Ibu Jamila (tengah) di Posko Pengungsian Muslimah Wahdah Islamiyah Makassar
0 254
Kisah Haru Ibu Jamila Lari Kencang Saat Hamil Tua
Ibu Jamila (tengah) di Posko Pengungsian Muslimah Wahdah Islamiyah Makassar

Kisah Haru Ibu Jamila Lari Kencang Saat Hamil Tua

(Makassar) wahdahjakarta.com– Rasa syukur tak henti-hentinya terucap. Karena ia dapat melahirkan anak ke empatnya dalam keadaan selamat. Merasa terharu perjuangannya dari kota Palu ke kota Makassar tidaklah mudah, meninggalkan tempat tinggal dan rumahnya yang hancur di Perumnas Baraloa Palu.

Seakan tak percaya bahwa atas kuasa Allah, ia dan keluarganya dapat selamat dari musibah itu. Masih teringat di benaknya saat gempa yang terjadi saat itu. ia bersama suami dan anak ketiganya tidak ada di rumah. Mereka berada di Swalayan. Sedangkan kedua anaknya ada di rumah.  Saat detik-detik kejadian,  ia masih di dalam Swalayan, karena lupa masih ada kebutuhan yang belum dibeli. Sementara suami dan anaknya di luar.

Saat mulai terjadi goncangan. Ia berusaha menyelamatkan diri bersama  suami dan anaknya tercinta. Saat masih tergoncang mereka masih berada di dalam swalayan. Sampai-sampai pengunjung yang juga terjebak di dalam saling memeluk satu sama lain, yang jumlah mereka sepuluh orang. Ia meyaksikan kejadian yang mencekam. Bangunan yang di atas menjadi ke bawah dan tanah yang berada di bawah naik ke atas. Tak lama kebakaran juga terjadi karena dari bawah tanah tersebut menimbulkan api. Untung saja dinding Swalayan itu terbuat dari kaca bukan tembok. Sehingga dinding kaca itu dihancurkan.

Terlalu panik,  mereka berlari menyelamatkan diri. bahkan ibu Jamila yang sementara hamil tua ternyata lebih kencang dibandingkan suaminya.  Bahkan ia juga tak sadar bahwa kondisinya sedang hamil.

Perjuangan tak sia-sia, mereka sekeluarga selamat. Kedua anaknya di rumah juga diselamatkan oleh salah satu saudaranya yang menginap di rumahnya.

Situasi yang tidak mendukung,  mereka memutuskan untuk ke Makassar dengan tumpangan Pesawat Hercules. Awalnya mereka mengungsi di posko pengungsian Asrama Haji. Tetapi kondisi tak kondusif akhirnya memutuskan untuk pindah ke posko pengungsian Muslimah Wahdah Islamiyah DPC Makassar yang berlokasi di jalan Abu Bakar Lambogo nomor 111, kota Makassar.

Atas idzin Allah Ta’ala Jamila melahirkan bayi perempuan dengan normal di Puskesmas Batua kota Makassar pada Selasa (10/10/2018) lalu. Selasa (16/10/2018) bayi ini diaqiqah di Posko Pengungsian  Muslimah Wahdah Peduli, dan diberi nama “Muslimah Wahdah”. (sym).

Lap: Infokom Muslimah Wahdah

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: