DPW DKI Jakarta dan Depok

Korban Gempa Palu, Mayat Seorang Ibu Ditemukan dalam Keadaan Mendekap Anaknya

Salah satu lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di perumnas Baloara
0 112
Salah satu lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di perumnas Baloara

Korban Gempa Palu, Mayat Seorang Ibu Ditemukan dalam Keadaan Mendekap Anaknya

(Palu) wahdahjakarta.com– Relawan Kemanusiaan dari berbagai lembaga telah sampai di Palu Sulawesi Tengah beberapa waktu setelah gempa bumi disusul tsunami menerjang kota Palu dan Kabupaten Donggala pada Jum’at (28/09/2018).

Tim media Lazis Wahdah yang tergabung dalam Tim Wahdah langsung menuju salah satu titik terdampak gempa dan melakukan evakuasi terhadap korban gempa Palu.

“Hari ini Ahad (30/9) kami bersama 22 Relawan dari Tim Wahdah Peduli terjun ke daerah yang paling parah terdampak  gempa di Perumnas Balaroa, Tim  berhasil evakuasi 7 mayat”, ujar Nasruddin Abdul Karim, tim media Lazis Wahdah.

“Kaget dan mencengangkan itulah suasana pemandangan pertama kami melihat langsung parahnya dampak gempa dan tsunami kota Palu,” kata Nasruddin dalam laporannya.

Perumahan dengan penghuni sekitar 3000 jiwa ini seperti dibalik, jalanan mencuat setinggi atap rumah. Daerah ini terbilang sangat parah, banyak korban yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan.

Ada yang mengharukan ketika tim Wahdah Peduli melakukan evakuasi. Mayat seorang ibu ditemukan di sela-sela reruntuhan rumahnya dalam mendekap anak menantunya. “Kami menangis melihat seorang ibu ditemukan mayatnya disela-sela reruntuhan bangunan di perumnas dalam keadaan mendekap anak mantunya”, imbuhnya.

Waktu sang suami datang sang ibu sudah wafat dan sang istri yang baru dua bulan dinikahinya masih sempat minta tolong kepada sang suami. Tapi karena reruntuhan akhirnya tidak bisa diselamatkan.

Proses evakuasi lumayan menantang, bekerja di sela-sela robohan bangunan ditambah bau jenazah yang terpendam sudah sangat menyengat. Evakuasi korban mesti melewati atap-atap rumah yang berbahaya.

“Malam hari Palu seperti kota mati karena lampu sampai sekarang belum nyala. Gempa kecil juga masih sering terjadi siang dan malam”, .

kondisi lapangan sangat  butuh tambahan relawan lagi terutama banyaknya mayat yang belum dievakuasi dan lebih penting dari itu stok bantuan makanan dan minuman yang masih sangat minim.[Nasruddin/wahdah.or.id/wahdahjakarta.com]

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: