DPW DKI Jakarta dan Depok

Kultum Tarawih: Mencari Ampunan di Malam Lailatul Qadar

0 367

Ramadhan bulan pengampuna dosa. Hal ini sejalan dengan makna bulan Ramadhan itu sendiri. Salah satu makna Ramadhan adalah membakar. Yakni membakar kesalahan dan dosa dengan amal shaleh.

Imam Qurthubi berkata;

إنما سُمِّي رمضان لأنه يرمض الذنوب , أي يحرقها بالأعمال الصالحة

“Dinamakan Ramadhan karena dia membakar dosa-dosa, yakni membakar dosa-dosa dengan amal-amal shaleh”

Salah satu amal shaleh pada bulan Ramadhan yang mendatangkan ampunan Allah adalah menghidupkan malam Lailatul qadar dengan shalat malam dan ibadah-ibadah lainnya.

Rasulullah shallalhu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang keutamaan qiyam Lailatil qadar;

“مَن قام ليلة القدر إيمانًا واحتسابًا، غُفر له ما تقدَّم من ذنبه”. متفق عليه

“Siapa yang menegakkan (ibadah-ibadah) pada malam Lailatul Qadar karena iman dan hanya mengharap balasan (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu“. (HR. Bukhari dan Muslim).

Iman[an] karena iman yang menjadi syarat mendapatkan ampunan dalam hadits tersebut maksudnya tashdiq (membenarkan) qiyam (shalat malam) yang dilakukannya pada malam tersebut merupakan ketaatan kepada Allah, dan meyakini pula bahwa Allahlah yang mensyariatkan shalat malam pada malam tersebut.

Adapun ihtisab[an] artinya mengharap pahala dari Allah , sehingga dia melakukan ibadah pada malam tersebut dengan sungguh-sungguh karena termotifasi oleh janji pahala yang dijanjikan Allah.

Ibadah pada malam lailatul qadar memiliki pahala yang besar. Sebab lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan. Maksudnya amal shaleh yang dikerjakan pada malam lailatul qadar lebih baik dari amal shaleh selama seribu bulan yang tidak ada lailatul qadar di dalamnya. Ibadah pada malam lailatul qadar lebih baik dari ibadah selama seribu bulan. (Tafsir Tabhari, 24/546, Ibn Katsir, 8/443).

Kapan Lailatul Qadar

Lailatul qadar berpindah-pindah setiap tahun pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Tepatnya pada malam-malam ganjil di sepuluh terakhir Ramadhan. Sebagaimana dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam;

إني أريت ليلة القدر، وإني نُسِّيتها ، فالتمسوها في العشر الأواخر في وتر

“Sesungguhnya saya diperlihatkan (waktu) lailatul qadar melalui mimpi, kemudian aku dibuat melupakannya, maka carilah dia pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Amalan Apa?

Amalan apa yang hendaknya dilakukan untuk meraih keutamaan, khususnya ampunan pada malam lailatul qadar?

Paling tidak ada dua amalan khusus yang hendaknya diprioritaskan pada malam yang mulia ini.

Pertama, Qiyam atau shalat malam, sebagaimana janji Nabi dalam hadits di atas, “Siapa yang melakukan qiyam pada malam lailatul qadar karena iman dan ihtisab akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Kedua, Berdo’a. Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha bertanya kepada Nabi tentang do’a yang hendaknya dibaca pada malam Lailatul qadar. Ia berkata:

“يا رسول الله، أرأيت إن علمت أي ليلة القدر، ما أقول فيها؟ قال: قولي: اللهم إنك عفو تحب العفو، فاعف عني”. الترمذي وقال: حسن صحيح.

“Wahai Rasulullah, bagaimana saran engkau jika aku mengetahui (mendapatkan) Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan padanya?” Beliau menjawab: “Ucapkanlah, “Wahai Allah, sesungguhnya Engkau maha Pemaaf, menyukai permohonan maaf, maka maafkanlah daku“. (HR. At-Tirmidzi, Hasan Shahih).

Oleh karena itu mari raih ampunan di malam Lailatul qadar dengan qiyam, do’a serta meningkatkan kesungguhan beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.  Khususnya pada Malam Lailatul qadar. –sym- []

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: