DPW DKI Jakarta dan Depok

Kultum Tarawih: Tebarkan Kebaikan

0 333

 

Kultum Tarawih: Tebarkan Kebaikan

أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشوا السَّلامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وصِلُوا الأرحام، وَصَلُّوا باللَّيْل وَالنَّاسُ نِيامٌ، تَدخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلامٍ

“Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam di antara kalian, berilah makan sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Tebarkan Salam

Menebarkan salam merupakan salah satu sarana menumbuhkan keakraban dan kasih sayang kepada sesama. Menebarkan salam maksudnya menjadikannya sebagai sapaan pembuka ketika berjumpa atau mendatangi suatu majelis atau masuk rumah.

Dalam hadits lain Rasul mengingatkan,

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai, maukah kalian aku beritahukan suatu amalan yang jika kalian lakukan maka kalian saling mencintai? “Tentu wahai Rasululla”, kata para sahabat, “Tebarkan salam diantara kalian”.

Inilah sebabnya mengapa menebarkan salam menjadi sebab masuk surga. Karena ia dapat menumbuhkan kasih sayang dan saling mencintai diantara sesama. Sementara saling mencintai merupakan ciri dan sifat orang beriman. Dan keimana merupakan syarat utama masuk surga.

Oleh karena itu Seorang Muslim hendaknya proaktif mengucapkan salam kepada sesama. Karena ia merupakan ajaran Islam yang utama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, “Islam apa yang paling terbaik?”

تُطعم الطعام، وتَقرأ السلام على مَن عرَفت ومَن لم تَعرِف

Kamu memberi makan, dan menyampaikan salam kepada yang kamu kenal dan kepada yang kamu tidak kenal”. (HR. Bukhari).

Beri Makan!

Memberi makan merupakan salah satu ajaran Islam yang mulia sebagaimana dalam hadits Bukhari di atas.

Seperti halnya menebarkan salam, memberi makan juga merupakan salah faktor menumbuhkan ukhuwah dan kasih sayang kepada sesama.

Selain itu memberi makan juga merupakan sifat hamba-hamba Allah yang terbaik. Allah Ta’ala berfirman;

﴿ وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا  ﴾ [الإنسان: 8  ].

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

Memberi makan merupakan amalan yang dapat mengantarkan ke surga. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits lain, diantaranya;

Rasulullah pernah ditanya oleh salah seorang sahabat  tentang amalan yang memasukan ke surga. Rasul menjawab;

(عليك بحُسن الكلام وبذل الطعام)؛ رواه الطبراني

 “Hendaknya kamu bertutur kata yang baik dan memberi makan”. (HR. Thabrani).

Oleh karena itu kebanyakan sahabat Nabi, tabi’in, dan orang-orang shaleh terdahulu (salafus Shaleh) sangat antusias untuk selalu memberi makan. Merekea gemar bersedekah makanan, meskipun hanya berupa sepotong roti, atau sebuti bawang, walaupun hanya sedikit. Sebab mereka mengetahui satu hadits Nabi, “Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya pada hari kiamat”.

 

Antara Menebar Salam dan Memberi Makan

Imam Al-Khathabi berkata;

“Nabi  menjadikan memberi makan sebagai amalan badan yang paling afdhal berupa pebuatan, kemudian menebar salam sebagai amalan yang paling afdhal berupa perkataan”.

Sambung Silaturrahim

Menyambubung silaturrahim maksudnya menyambung hubungan dengan semua orang memiliki ikatan kekerabatan baik dari jalur ayah maupun ibu. Menyambung silaturrahim termasuk salah satu perkara yang sangat ditekankan oleh Al-Qur’an. Bahkan dalam Islam memutuskan silaturrahim termasuk salah satu perbuatan dosa yang tercela.

﴿ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ﴾ [النساء: 1]،

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. (Qs. An-Nisa:1)

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: