DPW DKI Jakarta dan Depok

LAZIS Wahdah Adakan Terapi Psikososial di Sekolah Dasar Lampung Selatan

0 100

(Kalianda) wahdahjakarta.com – Sejak ditetapkannya masa Transisi Darurat Pemulihan Tsunami Banten dan Lampung pada 5 Januari 2019 silam, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Wilayah Lampung Selatan belum berjalan normal.

Beberapa sekolah masih membuka pembelajaran terbuka dengan menyediakan ruang bagi lembaga kemanusiaan yang ingin mengadakan Trauma Healing atau kegiatan lainnya di sekolah.

Seperti yang diungkapkan oleh Haeruddin selaku Kepala Sekolah SDN 1 Kunjir, Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut dia, sampai akhir bulan Januari, pihaknya akan menerapkan sistem Open Learning, yakni membuka kesempatan kepada Relawan yang ingin membantu melaksanakan kegiatan di Sekolah yang Dia pimpin.

“Insya Allah awal Februari akan kembali pada Kegiatan Belajar Mengajar secara normal,” tuturnya.

Memanfaatkan situasi tersebut, Relawan LAZIS Wahdah mendapatkan kepercayaan dari pihak sekolah SDN 1 Kunjir untuk mengisi waktu belajar siswa dengan kegiatan Terapi Psikososial.

Terapi dilaksanakan khusus kepada Siswa-siswa yang terdampak Tsunami sejumlah 48 anak, dengan melakukan beberapa peragaan untuk mengembalikan situasi sosial anak.

“Kami mulai dengan mengajak siswa membiasakan menjawab salam dan konsentrasi mengucapkannya sesuai dengan Makhraj dan Tajwidnya. Ini agar siswa kembali mengingat apa yang pernah mereka lakukan sebelum bencana, saat KBM akan dimulai,” ujar Yusran, relawan LAZIS Wahdah setelah melakukan Terapi, Kamis (24/1/2019).

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemusatan perhatian dengan mengajak siswa mengikuti perintah Relawan.

Dengan menginstruksikan memegang telinga, Relawan kemudian memberikan aba-aba berupa sahutan kiri dan kanan agar Siswa memegang sisi telinga yang diinstruksikan.

“Ini untuk melatih siswa terbiasa fokus dan mampu menerjemahkan setiap perkataan Orang lain, baik Guru, Orang Tua, maupun teman mereka sendiri,” tambah Yusran.

Tak sedikit siswa yang salah mengikuti instruksi, sehingga harus rela duduk dan merelakan hadiah yang akan dibagikan kepada Sepuluh Siswa terakhir yang fokus pada ucapan relawan.

Terapi kemudian dilanjutkan dengan beberapa games menarik lainnya, yang ditutup dengan pembagian Paket Ceria kepada seluruh Siswa.

“Awalnya hanya kepada pemenang, namun pasti yang lain cemburu, jadi kami bagikan semua saja,” tandas Yusran sambil tersenyum.

Dia melanjutkan, dengan terapi ini, Siswa diajak untuk kembali pada masa Ceria mereka, seperti anak-anak pada umumnya, sebelum kembali menjalani masa Sekolah seperti sebelum terjadi bencana.

“Walaupun mereka kembali bermain bersama teman-teman mereka, namun anak-anak ini menjalani kehidupan yang jauh berbeda seperti yang lain. Hidup di bawah tenda, makan makanan cepat saji, hidup tanpa menonton televisi dan kebiasaan anak pada umumnya. Inilah yang kami coba kembalikan,” tambah pria asal Pinrang, Sulawesi Selatan ini.

Kepala Sekolah, Haeruddin memberikan apresiasi kepada relawan atas kegiatan yang dilaksanakan.

“Puluhan anak-anak ini telah kehilangan rumah mereka. Maka tentu jauh berbeda dengan kondisi normal mereka sebelum Tsunami. Maka terima kasih sudah datang membantu kami,” terang Pria berdarah Sunda ini.

Diakhir terapi ini pula, LAZIS Wahdah bersama Relawan Lidmi Peduli membagikan 48 Paket Sekolah berupa alat belajar untuk digunakan ketika masa KBM telah normal kembali. (*rls)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: