Lepas Kader Kuliah di Kampus Timur Tengah, Wasekjen DPP WI Sampaikan Pesan Ini

0 26

 

Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI)  melepas keberangkatan 37 kader WI yang akan melanjutkan pendidikan di kampus timur tengah, khususnya Madinah dan Abha, pada Senin (5/9/2022).

 

Seremonial pelepasan digelar oleh Departemen Urusan Luar Negeri (DPULN) DPP Wahdah Islamiyah, dengan dihadiri jajaran pengurus DPP WI kantor Jakarta, Dewan Pengurus Wilayah DKI Jakarta-Depok, dan Dewan Pengurus Daerah di sekitar Jakarta.

Turut hadir menyampaikan sambutan pada acara pelepasan ini Wakil Sekretari Jenderal (Wasekjen) DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz Fakhrizal Idris.

Dalam sambutannya, Fakhrizal yang juga alumni Fakultas Hadis Universitas Islam Madinah (UIM) ini menyampaikan beberapa pesan penting. Diantaranya tentang kemulian ilmu dan pelajar yang mendalami ilmu.

“Ilmu syari meningkatkan derajat manusia di dunia dan akhirat”, jelasnya.

 

Ia menjelaskan, Anjing adalah hewan yang memiliki batasan-batasan dalam interaksinya dengan manusia. Berlandaskan Al Quran dan Sunah.

“Namun ketika seekor anjing dilatih kemudian ia menjadi mu’allam atau terlatih dan berilmu, maka hasil buruannya dihalallkan oleh syariat”, ungkapnya.

 

Selanjutnya alumni Magister Hadits Universitas Thayyibah Madinah ini juga mengingatkan tentang pentingnya fokus dalam belajar.

 

“Menuntut ilmu harus fokus, dan  kefokusan dapat terpecah karena godaan dari luar seperti materi duniawi dan faktor eksternal seperti masalah individu yang beragam”, terangnya.

 

Pesan lain yang dinasehatkan oleh kandidat doktor ilmu hadits ini adalah tentang pentingnya membangun jejaring dan relasi di luar negeri.

“Caranya sangat sederhanya: mencatat dan menyimpan dengan baik nomor kontak para syekh dan rekan-rekan sesama penuntut ilmu dari penduduk Arab”, imbuhnya.

 

Ustadz Fakhrizal juga menegaskan agar para mahasiswa memaksimalkan proses belajar.

“Bagaimana dan apa seorang penuntut ilmu setelah proses studi selesai sangat ditentukan Bagaimana dia pada proses sebelumnya”, pungkasnya.

 

“Jika ketika jadi mahasiswa, dia sosok yang fasih berbahasa Arab. Maka seperti itu dia ketika terjun kemasyarakat”, pungkasnya lagi.

 

Terakhir ia menyampaikan wasiat takwa. Menurutnya takwa merupakan modal utama mendapatkan dukungan dan pertolongan Allah.

“Bertakwa kepada Allah dimanapun berada. Karena yang akan dicari adalah ilmu dari Allah, maka yang pertama sekali berhak diminta pertolongan ketika ada kesulitan adalah Allah Ta’ala”, tandasnya. []

Leave A Reply

Your email address will not be published.