DPW DKI Jakarta dan Depok

Lidmi Peduli: Bangkitkan Semangat Pengungsi dengan Dakwah dan Pendidikan

Suasana sarapan pagi bakda subuh di posko pengungsian binaan LIDMI Palu,
0 162
Suasana sarapan pagi bakda subuh di posko pengungsian binaan LIDMI Palu,

(Palu) wahdahjakarta.com-, –  Cara unik dan menarik dilakukan  Pimpinan Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PD Lidmi) Palu dalam menumbuhkan optimisme bagi pengungsi untuk bangkit dan menatap masa depan yang lebih baik.

Di posko pengungsian Lapangan Mister, Kelurahan Tipo, Palu, Sulawesi Tengah, organisasi mahasiswa dan pemuda berbasis dakwah kampus ini  mengajak warga pengungsian meramaikan kegiatan shalat subuh berjamaah, Ahad (25/11/2018).

Ketua Lidmi Palu, Ahmad Muslimin melalui rilisnya menjelaskan strategi yang digunakan untuk mengajak warga shalat subuh berjama’ah, yakni  dengan menyediakan sarapan pagi berupa bubur kacang hijau hangat kepada warga yang menghadiri shalat subuh berjamaah di mushala darurat yang didirikan.

Suguhan sarapan pagi dapat dinikmati jamaah setelah tausiyah subuh yang disampaikan Muhammad Ridho, relawan Lidmi Peduli. Tausiyah berjalan 30 menit dengan mengajak warga untuk mentadabburi nama dan sifat Allah Ta’ala

“Di antara nama Allah Ta’ala adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang berarti Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maha Pengasihnya Allah Ta’ala adalah kasih yang diberikan kepada seluruh makhluk-Nya, baik ia manusia, hewan maupun tumbuhan. Baik ia beriman kepada Allah atau tidak,” jelas Ahmad.

“Sedangkan Ar-Rahim atau Maha Penyayangnya Allah, berlaku hanya kepada orang-orang pilihan Allah Ta’ala. Maka mari kita berupaya menjadi orang-orang pilihan yang akan mendapatkan Ar-Rahimnya Allah Ta’ala,” tambahnya.

Setelah mendengar tausiyah subuh, Tim Lidmi Peduli kemudian menyuguhkan bubur kacang hijau hangat bersama hidangan sederhana kepada seluruh jamaah.

“Apa yang kami sajikan mungkin tidak seberapa, ala kadarnya dari kami, semoga menjadi sedikit penyemangat bagi kita semua,” kata Ridho saat menutup tausiyah Subuh dan mengajak warga untuk sarapan bersama.

Tujuan suguhan ini, lanjut Ridho, untuk membina keakraban dengan seluruh warga yang berada di posko pengungsian, terutama bapak-bapak dan ibu-ibu, para orang tua yang mendiami posko.

“Pembinaan Al-Quran kepada anak-anak dan remaja sedang kami jalankan, maka kami mengharap dukungan dari orang tua mereka, bahkan pembinaan Al-Quran juga kami rencanakan kepada orang-orang tua tersebut,” ungkap Alumni Fakultas Hukum Universitas Tadulako 2013 ini.

Warga setempat, Ardi mengatakan, gempa dan tsunami yang menerjang warga di Kelurahan Tipo meninggalkan banyak hikmah. Namun menurutnya, masih banyak warga yang belum bermuhasabah karenanya.

“Kejadian kemarin itu pak betul-betul luar biasa, seperti kiamat. Allah ingin menunjukkan sebagian dari kuasa-Nya. Maka terima kasih sekali sudah hadir untuk membantu kami untuk selalu ingat Allah, dengan kegiatan-kegiatan keagamaan,” pesannya.

Di antara program Lidmi Peduli yang dijalankan secara rutin di posko ini adalah dalam bidang dakwah dan pendidikan, yakni permainan edukasi kepada anak-anak, pembinaan Al-Quran anak-anak dan remaja, serta Pendidikan Al-Quran Orang Dewasa (DIROSA).

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: