DPW DKI Jakarta dan Depok

Lima Etika  Bercanda

0 172

 

Lima Etika  Bercanda

  1. Hendaklah bercandanya tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat Nya, sunnah rasul-Nya atau syiar syiar Islam. Karena  Allah Ta’ala telah berfirman tentang orang-orang yang memperolok olok sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang ahli baca Al Quran;

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS,  at-Taubah:65-66).

  1. Hendaklah bercandanya benar tidak mengandung dusta, dan hendaknya orang yang bercanda tidak mengada adakan cerita cerita cerita khayal supaya orang lain tertawa.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda; “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa Celakalah baginya dan Celakalah”. (HR Ahmad dan dinilai Hasan oleh al-Albani).

  1. Hendaklah bercandanya tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang diantara manusia.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda;

“Janganlah seorang diantara kamu mengambil barang temannya Apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh dan jika ia telah mengambil tongkat temannya maka ia harus mengembalikannya kepadanya”. ( HR Ahmad dan Abu Daud dinilai Hasan oleh al-Albani).

  1. Bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua dari Anda atau terhadap orang yang tidak biasa tidak bisa bercanda atau tidak dapat menerimanya atau terhadap perempuan yang bukan mahram anda.
  2. Hendaknya anda tidak banyak bercanda sehingga menjadi tabiat anda, akibatnya menjatuhkan wibawah anda dan anda akan mudah dipermainkan oleh orang lain.

 

Sumber: Etika  Seorang Muslim, Lajnah Ilmiah Darul Wathan,).

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: