DPW DKI Jakarta dan Depok

Lima Hikmah di Balik Musibah

0 237

Lima Hikmah di Balik Musibah

Selalu ada hikmah dan rahasia di balik setiap peristiwa. Susah, senang, suka, dan duka merupakan warna warni kehidupan yang diciptakan oleh Allah Ta’ala untuk menguji hamba-Nya. Tak terkecuali musibah yang menimpa. Pasti ada hikmah di balik musibah yang melanda manusia. Tulisan singkat ini akan menyebutkan lima hikmah di balik musibah.

Pertama: Musibah mendidik jiwa dan menyucikannya dari dosa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ما يصيب المسلم من نَصَب، ولا وَصَب، ولا هم، ولا حزن، ولا أذى، ولا غم، حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه

Tidak ada suatu musibah yang menimpa seorang Muslim berupa keletihan, penyakit, kegundah dan kesedihan, gangguan dan kegelisahan hinggga duri yang menusuknya melainkan Allah akan ampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu“. (HR. Bukhari).

Kedua: Tanda Cinta Allah Kepada Hamba-Nya

Musibah merupakan tanda cinta Allah kepada seorang hamba. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda tentang hal ini:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ “

“Sesungghnya besarnya berbanding lurus dengan beratnya ujian/cobaan, Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya dengan cobaan. Siapa yang ridha maka ia mendapat ridha (dari Allah), siapa yang murka maka ia mendapat murka (dari Allah)”. (HR. At-Tirmidzi).

Ketiga: Memurnikan Tauhid dan Menautkan Hati Semata Kepada Allah

Bagi orang beriman akan menjadikannya makin tadharru’ (tunduk) dan tawajjuh kepada Allah. Hatinya  makin tertaut kepada Allah, sehingga ketergantungannya kepada dunia terkisis sedikit demi sedikit.

Wahab bin Al-Munabbih rahimahulah berkata: “Allah menurunkan cobaan supaya hamba memanjatkan do’a dengan sebab bala’ itu“.

Keempat: Indikasi Bahwa Allah Menghendaki Kebaikan

Musibah yang menimpa seorang hamba merupakan indikasi bahwa Allah menghendaki kebaikan kepada hamba tersebut.

Diriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من يرد الله به خيرا يصب منه

“Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya”. (HR. Bukhari).

Kelima: Sarana Pengingat Besarnya Nikmat Keselamatan dan ‘Afiyah

Keselamatan, kesehatan merupakan nikmat Allah yang sangat bernilai. Namun kadang baru terasa nilainya ketika nikmat itu hilang atau berkurang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ

Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia lalai dengannya; kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari).

Semua itu akan diperoleh seorang hamba jika dia merespon musaibah itu dengan sabar, ridha, sanga baik kepada Allah serta kembali kepada Allah dengan taubat dan istighfar.

Ibnul Qayyim menukil ucapan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu: “Tidaklah turun musibah kecuali dengan sebab dosa dan tidaklah musibah diangkat oleh Allah Ta’ala kecuali dengan taubat”. (Al-Jawab Al-Kafi, karya Ibnul Qayyim, hal. 118).

Allahumma’jurna fi Mushibatina wa akhlif lana khairan minha. [Rapung/  sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: