DPW DKI Jakarta dan Depok

Longsor di Bolaang Mongondow, Tim SAR Terpaksa Amputasi Kaki Korban Tewas

0 133
Proses Evakuasi Korban Longsor di Penambangan Bolaang Mongondow pada 26 Februari 2019.

(BOLAANG MOGONDOW) Wahdahjakarta.com – Pasca longsor pada 26 Februari lalu, Tim SAR terus melakukan evakuasi korban yang tertimbun tanah yang merupakan pekerja di Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Desa Bakan, Kec. Lolayan, Kab. Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

“Evakuasi korban longsor di penambangan rakyat terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga 28/2/2019 pukul 18.00 WITA, sebanyak 26 korban berhasil dievakuasi dimana 7 orang meninggal dunia dan 19 orang selamat.” Ujar Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima oleh wahdahjakarta.com via Whatsapp.

Seorang korban yang sempat dinyatakan selamat saat dievakuasi atas nama Teddy Mokodompit, warga Kotamobagu, namun akhirnya korban meninggal dunia. Korban terpaksa diamputasi kakinya karena tertimbun batu besar.

“Jika batu disingkirkan dikhawatirkan lubang tambang makin runtuh karena batu tersebut menahan bagian atas lubang.” Ujar Sutopo.

Sutopo menyebutkan, saat ini Tim SAR gabungan sedang melakukan rapat koordinasi dipimpin langsung Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas untuk mengambil langkah-langkah yang akan ditempuh dalam operasi SAR lanjutan besok.

“Ada kemungkinan untuk menggunakan alat berat tetapi masih dikoordinasikan juga dengan pihak keluarga. Mengingat sudah memasuki hari ketiga dan diduga banyak korban meninggal dunia yang belum dievakuasi  akan berdampak pada kesehatan Tim SAR Gabungan apabila masih menggunakan cara manual. Kondisi medan memang cukup berat karena di lereng dengan kemiringan cukup terjal.” Jelas Sutopo. [fry]

Sumber : Rilis Online Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: