DPW DKI Jakarta dan Depok

Malam ke.23 Peluang Lailatul Qadar

0 182

Kita berada di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Malam paling istimewa dari malam-malam Ramadhan, bahkan paling istimewa dari seluruh malam dalam setahun. Pada malam sepuluh terakhir ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam Lailatul Qadar.

Malam lailatul qadar merupakan salah satu yang menjadi keutamaan Ramadhan. Ramadhan lebih istimewa dari bulan-bulan lain karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar.

Malam lailatul qadar adalah malam yang mulia dan penuh berkah. Ia lebih mulai dari seribu bulan atau 83 tahun lebih. Maksudnya amal shaleh pada malam lailatul qadar lebih baik dari amal shaleh selama seribu bulan tanpa lailatul qadar. Penjelasan tentang keutamaan malam Lailatul qadar silahkan baca di sini atau di sini 

Kapan Malam Lailatul Qadar?

Malam Lailatul Qadar terdapat pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagaimana dikbarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya;

التمسوها في العشر الأواخر من رمضان، التمسوها في كل وتر

Carilah ia (lailatul qadar) pada sepuluh  malam terakhir Ramadhan, carilah pada setiap malam ganjil”. (HR. Bukhari dan Tirmidzi).

Dalam riwayat lain beliau bersabda;

“تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان”. صحيح البخاري

Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari).

Jadi lailatul qadar kata Nabi terdapat pada malam-malam ganjil di sepuluh akhir Ramadhan. Malam-malam ganjil tersebut yakni malam ke.21, 23, 25,27, atau 29.

Malam ke.21 dah lewat. Mungkin malam ini, malam ke 23.

Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lailatul qadar pernah terjadi pada malam ke.23. sebagaimana ditunjukan oleh hadits Abdullah bin Unais yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Aku bermimpi melihat Lailatul qadar, kemudian aku dibuat melupakannya, kemudian aku bermimpi bahwa esok paginya aku bersujud di tanah lumpur yang berair”. (HR. Muslim).

Abdullah bin Unais berkata, “ Kemudian kami mendapati hujan pada malam ke.23, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat bersama kami, dan sayapun terkena air hujan. Sungguh bekas air dan tanah menempel pada wajah dan hidung Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

Lailatul Qadar pada malam ke.23 juga ditunjukan oleh riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata;

“Kami mengingat-ingat bersama malam Lailatul qadar di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau bersabda;

“Siapa diantara kalian yang ingat ketika rembulan muncul seperti  belahan mangkok besar?

Sebagian ulama menafsirkan, rembulan muncul dengan bentuk seperi belahan mangkok besar pada malam ke.23 Ramadhan. Sebagian lagi mengatakan setelah malam 23.

Dalam Musnad Imam Ahmad terdapat hadits, seorang sahabat Nabi melihat bulan pada malam Lailatul qadar seperti belahan/separuh mangkok besar.

Tunggu apa lagi, yuk maskimalkan ibadah di malam ini. Malam ke.23. Jangan lupa perbanyak do’a ini;

اللهم إنك عفو تحب العفو، فاعف عني

 “Wahai Allah, sesungguhnya Engkau maha Pemaaf, menyukai permohonan maaf, maka maafkanlah daku“. (HR. At-Tirmidzi)

 

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: