DPW DKI Jakarta dan Depok

Marlina,  Mualaf yang Masuk Islam Karena Tertarik dengan Akhlak Orang Islam

Marlina, Mualaf yang masuk Islam karena tertarik dengan akhlak orang Islam ketika menerima Paket Bina Mualaf dari LazisWahdah Islamiyah
0 158
Marlina,  Mualaf yang Masuk Islam Karena Tertarik dengan Akhlak Orang Islam
Marlina, Mualaf yang masuk Islam karena tertarik dengan akhlak orang Islam ketika menerima Paket Bina Mualaf dari LazisWahdah Islamiyah

(Banda Aceh) wahdahjakarta.com  — Menjadi mualaf bukan perkara mudah bagi Marlina (53), warga Aceh Tenggara, NAD.

Muallaf yang masuk Islam sejak tahun 1997 ini mendapat ujian berat di awal kepindahannya memeluk Islam. Karena memang sejak awal keluarganya tidak menyukai Islam, Marlina hingga kini masih belum bisa diterima oleh keluarga besarnya itu.

Tantangan terberat dia adalah meyakinkan keluarga besarnya agar bisa menerimanya utuh sebagai seorang muslim.

Maklum, keluarganya adalah pemeluk Nasrani yang taat. Marlina pun sebelumnya demikian. Ia awalnya adalah seorang Kristen Protestan yang begitu taat menjalankan agamanya.

“Saya sudah merasakan sedih dan susahnya masuk Islam karena keluarga saya tidak suka Islam,” katanya, Senin (14/1/2019).

Marlina memutuskan memeluk Islam pada tahun 1997 setelah melihat langsung bagaimana akhlak muslim di lingkungannya. Ia menyaksikan, akhlak yang diperlihatkan oleh muslim itu sangat baik.

“Saat sholat saya merasa tenang melihat mereka sujud sama-sama. Kalau baca al-Qur’an mereka kelihatannya begitu tenang. Seakan-akan tak ada beban hidup yang sementara mereka rasakan,” jelasnya.

Karena telah beda prinsip, ia terpaksa berpisah dengan keluarga besarnya. Ia hidup bersama keluarga kecilnya, dan berharap dengan begitu, ia bisa lebih tenang menjalankan ajaran Islam tanpa dikekang oleh siapapun.

“Kendati demikian, saya masih terus berusaha menampilkan adab yang baik kepada kedua orangtua saya. Kepada keluarga yang lain pun demikian,” imbuhnya.

Ia mengaku, selama ini ia selalu berdoa agar senantiasa diberi keteguhan iman.

“Saya selalu berdoa kepada Allah untuk diberi kesabaran dan saya percaya bahwa Allah memberikan cobaan kepada saya sesuai kemampuan saya,” kata Marlina.

Hingga saat ini, Marlina masih aktif belajar Islam kepada Irwansyah, salah seorang dai Wahdah Islamiyah Aceh Tenggara. Bersama puluhan ibu-ibu majelis taklim di lingkungannya, ia rutin mengadakan pengajian, hingga tadabur al-Quran setiap pekannya.

“Semoga saya bisa selalu istiqomah hingga Allah memanggil saya,” harapnya. []

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: