DPW DKI Jakarta dan Depok

Masa Tanggap Darurat Longsor Bolaang Mongondow Selama 14 Hari

0 128
Proses Evakuasi korban longsor lahan tambang di
Bolaang Mongondow pada 26 Februari 2019

(SULUT) Wahdahjakarta.com – Dalam rilis online yang disebar pada Senin,(4/3/2019) kemarin melalui grup whatsapp, BNPB menginformasikan bahwa Bupati Bolaang Mongondow telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak 26/2/2019 hingga 11/3/2019.

BNPB menyebut, alasan dari perpanjangan tersebut adalah sulitnya dilakukan proses evakuasi karena kondisi lubang galian yang sempit yang membahayakan petugas SAR untuk evakuasi, serta kondisi medan yang berada pada lereng yang terjal.

“Kondisi tanah labil dan tidak diketahui berapa banyak lubang yang ada, serta kondisi korban yang diperkirakan juga sudah meninggal di dalam reruntuhan longsor juga menyulitkan evakuasi. Oleh karena itu evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat berat. Alat berat harus membuat jalan baru menuju titik longsor untuk memudahkan proses evakuasi.” Ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis tersebut.

Hingga H+6 (4/2/2019) pagi pukul 07.00 WITA, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 28 orang, dimana 9 orang meninggal dunia dan 19 orang selamat dalam kondisi luka ringan dan berat.

“Tidak ada data yang pasti berapa jumlah korbang yang tertimbun longsor. Berdasarkan laporan penambang yang selamat dan masyarakat sekitar, jumlah penambang yang saat berkerja di dalam lubang saat penambangan bervariasi. Ada yang mengatakan 30 orang, 50 orang, 60 orang, bahkan 100 orang karena saat itu banyak yang sedang menambang di lubang besar, sedang di lubang-lubang kecil tidak diketahui. Hingga saat ini laporan anggota keluarga yang hilang juga terbatas karena banyak penambang yang berasal dari luar.” Jelas Sutopo

Pada hari Ahad (3/3/2019), tim SAR gabungan telah berhasil membuka lubang yang tertutup material longsor dengan menggunakan alat berat namun belum bisa mengevakuasi korban yang masih tertimbun material. Diharapkan pada hari ini evakuasi korban dapat dilakukan.

Terakhir, Sutopo menyebut beberapa badan yang tergabung dalam proses evakuasi korban, diantaranya Tim SAR gabungan dari TRC BPBD Kabupaten Bolmong, Basarnas, SAR Kotamobagu, TNI, Polres Kotamobagu, Polsek Lolayan, DVI Polda Sulut, Koramil Lolayan, Marinir, PMI, Tagana, Satpol PP, SKPD, Rescue JRBM, relawan dan masyarakat setempat yang hingga hari ini masih terus melakukan evakuasi. Yang dikoordinir oleh Basarnas. Evakuasi dengan alat berat pun juga dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi longsor susulan. [fry]

Infomasi lajut silakan hubungi:

1.       Toni (Sekretaris BPBD Kab. Bolaang Mongondow 0853-9706-4003.

2.       Abdul Muin (Kasie Tanggap Darurat BPBD Bolmon 085397064003.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: