DPW DKI Jakarta dan Depok

Mengejek Adzan Merupakan Ciri Orang tidak Berakal dan Sifat Pengikut Setan

0 339
Mengejek Adzan Ciri Orang Tidak Berakal dan Pengikut Setan

Mengejek Adzan Merupakan Ciri Orang tidak Berakal dan Sifat Pengikut Setan

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ [٥:٥٨

Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal” (Qs. Al-Maidah:58).

Yang dimaksud dengan menyeru dalam ayat di atas adalah mengumandangkan adzan sebagai panggilan untuk mendatangi shalat jama’ah. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibn katsir rahimahullah.

Jika kamu menyeru  mereka untuk mengerjakan shalat mereka menjadikannya buah ejekan ejekan dan permainan“, maksudnya, “Jika kalian mengumandangkan adzan untuk memanggil mereka shalat yang merupakan amalan paling afdhal bagi orang mengerti, mengetahui, dan berakal maka mereka jadikan sebagai ejekan dan permainan“.

Ibn Katsir juga menyebut perilaku ini (mengejek adzan) sebagai sifat setan, karena setan lari jika mendengarkan adzan. Beliau mengatakan, “Dan ini merupakan sifat-sifat para pengikut setan yang “jika mendengarkan adzan lari terkentut-kentut“. (Tafsir ibn Katsir, 2/928).

Allah Ta’ala mengaitkan sifat mereka tersebut dengan kekurangan akal. Sebagaimana diakatakan oleh Ibn Jazi, “Dalam ayat ini Allah menyebutkan kekurangan akal mereka sebagai sebab mereka memperolok-olok Agama (Ibn jazi, 1/242). Ibn katsir juga menegaskan,  “Ini karena mereka tidak mengerti makna-makna ibadah dan syariatnya“.

Senada dengan Imam Ibn Katsir dan Ibn Jazi Syekh As-Sa’di mengatakan. “Hal itu (memperolok-olok panggilan shalat) karena mereka tidak berakal dan sangat bodoh (jahl ‘adzim), karna andaikan mereka memiliki akal maka mereka pasti tunduk pada panggilan shalat tersebut“. (Tafsir As-Sa’di, 238).

Ibn ‘Asyur menambahkan bahwa frasa “dzalika biannahum qaumun laa ya’qilun” sebagai penghinaan pada mereka, sebab panggilan shalat tidak sepantasnya dijadikan objek ejekan, ini karena kerendahan akal mereka”. (Tafsir Ibn ‘Asyur, 6/242).

Kesimpulan

Mengejek, mengolok-olok dan mempermainkan panggilan shalat (adzan) merupakan sifat pengikut setan dan orang-orang jahil yang berakal rendah. [sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: