DPW DKI Jakarta dan Depok

Menjadi  Manusia Terbaik

0 165

Siapakah manusia terbaik itu?

Apakah dia orang yang terkenal dan punya banyak penggemar? Apakah sebaik-baik manusia itu yang punya liker atau follwer terbanyak? Mari kita cermati apa yang disampaikan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,

خيركم من تعلّم القرآن وعلّمه

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari: 4739)

 Bagaimana maksud hadits tersebut? Agar Anda lebih memahaminya, mari sejenak kita berbelok arah. Sekarang coba Anda pikirkan tentang suatu malam, yang di dalam Al Qur’an Allah berfirman tentangnya,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ [٩٧:١]  وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ [٩٧:٢] لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ [٩٧:٣]  تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ [٩٧:٤]  سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ [٩٧:٥

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (Terjemah QS al Qadr [97]: 1-3)

Malam apakah itu? Ya, lailatul qadar. Satu malam yang begitu dimuliakan. Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Tahukah Anda sebabnya? Karena pada malam itu diturunkan Al Qur’an. Malam yang biasa, ketika padanya diturunkan Al Qur’an, dia menjadi malam yang paling mulia. Dan Anda tentunya tahu bahwa malam lailatul qadar ini berada di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, bulan Ramadhan pun menjadi sebaik-baik bulan. Lagi-lagi karena bersinggungan dengan Al Qur’an, Ramadhan menjadi sebaik-baik bulan di antara dua belas bulan yang ada.

Bagaimana dengan Makkah dan Madinah? Bukankah dua tempat itu merupakan tempat yang dimuliakan? Tempat tersebut setiap tahun dikunjungi oleh ribuan manusia dari berbagai penjuru negeri. Mengapa? Karena pada dua tempat itu diturunkan Al Qur’an sehingga menjadi tempat yang paling mulia di dunia.

Begitu pula dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

“Dan beliau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam) adalah penduduk bumi yang paling baik nasabnya secara mutlak, maka semulia-mulia kaum adalah kaum beliau, semulia-mulia kabilah adalah kabilah beliau.” (Zaadul Ma’aad 1/72)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memiliki keutamaan dibandingkan rasul yang lainnya karena kepada beliaulah diturunkan Al Qur’an.

Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda,

“Sebaik-baik generasi adalah generasi di zamanku, kemudian yang setelahnya, kemudian yang setelahnya.” (HR Bukhari: 2652)

Mengapa generasi di zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjadi sebaik-baik generasi? Karena pada generasi itulah masa diturunkannya Al Qur’an.

Nha, sampai di sini Anda mulai paham bukan? Setiap apa pun yang bersinggungan atau berdekatan dengan Al Qur’an, dia menjadi mulia. Bahkan Napoleon Bonaparte, penguasa Perancis yang berhasil menduduki Mesir pada tahun 1798-1801, dia secara tidak sengaja menemukan Al Qur’an di perpustakaan Mesir dan  mempelajari isinya selama beberapa hari. Apa kemudian yang dia katakan? “Aku telah mempelajari dari buku ini (Al Qur’an) dan aku merasa bahwa apabila kaum muslim mengamalkan aturan dalam buku ini, niscaya mereka tidak akan pernah terhinakan. Selama Al Qur’an ini berkuasa di tengah kaum muslimin dan mereka hidup di bawah naungan ajarannya, mereka tidak akan tunduk kepada kita, kecuali kita pisahkan mereka darinya.”

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh William Ewat Gladstone, seorang berkebangsaan Inggris. Dia berkata di depan parlemen Inggris sambil memegang Al Qur’an, “Selama Al Qur’an ini masih berada di tangan kaum muslimin, maka selama itu juga eropa tidak akan mampu menguasai timur dan tidak akan hidup dengan aman.”

Seakan-akan kedua orang tersebut telah mempelajari dan memahami hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Al Qur’an dan merendahkan yang lainnya juga dengan Al Qur’an.” (HR Muslim: 817)

Bagaimana dengan kita? Kalau orang kafir saja memahami bahwa umat Islam akan mulia dengan Al Qur’an, sehingga mereka berupaya menjauhkan umat Islam dari Al Qur’an, maka  sudah selayaknya kita sebagai umat Islam menyadari dan mengambil bagian dalam hal ini. Jika kita ingin menjadi orang yang diangkat derajatnya, menjadi sebaik-baik manusia, maka kita harus berdekatan dengan Al Qur’an. Bermesraan lebih sering dengan Al Qur’an daripada dengan smartphone. Banyak membuka dan menelaah Al Qur’an daripada membuka dan menelaah status-status di medsos.

Dari sini pula kita bisa mengukur seberapa mulianya kadar diri kita di hadapan Allah. Jika kita lebih banyak berinteraksi dengan dunia maya atau kesibukan dunia dan menjadikan interaksi dengan Al Qur’an sebagai prioritas yang kesekian setelah prioritas-prioritas yang lain, maka kita perlu mengucapkan istighfar. Kita perlu segera berbenah. Kita perlu segera mengubah haluan dengan menjadikan Al Qur’an sebagai prioritas utama dalam jadwal-jadwal harian kita. Karena kemenangan dan kemuliaan agama ini akan diraih oleh orang-orang yang menghidupkan hatinya dengan lentera Al Qur’an. (UmmiSanti)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: