MERAIH KEUTAMAAN AKHLAK YANG MULIA

0 104

MERAIH KEUTAMAAN AKHLAK YANG MULIA (Part 1)

Akhlak yang mulia memiliki keistimewaan di dalam Islam dan dapat diketahui dari beberapa tinjauan, diantaranya:

Pertama, Allah SWT memuji secara khusus akhlak Rasulullah Saw, bahkan Allah bersumpah akan hal itu. Di dalam surah al-Qalam ayat 1-4 dijelaskan:
ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ (1) مَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ (2) وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ (3) وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ (4)
1. Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,
2. dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila,
3. Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya,
4. Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.

Ayat ini menjelaskan akan tingginya kedudukan akhlak mulia di mata Islam, juga sebagai isyarat kepada kita sebagai ummat Nabi Muhammad saw. agar mencontoh beliau dengan cara berusaha semaksimal mungkin untuk berbudi pakerti yang baik.

Kedua, Rasulullah Saw diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Rasulullah saw bersabda:
.إنما بعثت لأتمم مكارم/صالح الأخلاق
“Sesungguhnya aku diutus semata untuk menyempurnakan akhlak yang mulia/baik” (H.R. Bukhari dan Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani).

Hadits ini dengan lugas menunjukkan bahwa perbaikan akhlak adalah salah satu tujuan Islam sebagai risalah kenabian, juga bahwasanya kedudukan akhlak mulia dalam Islam sangatlah agung dan urgensinya sangat besar. Maka tidak heran, banyak ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an dan hadis-hadis yang menyinggung tentang adab dan akhlak yang mulia, mulai dari bagian terkecil seperti menyingkirkan gangguan di jalan, maupun hal-hal terpenting dalam kehidupan kita.

Ketiga, Akhlak mulia adalah salah satu faktor terbesar yang memasukkan manusia ke dalam Syurga. Ketika Rasulullah saw ditanya perihal faktor terbanyak yang memasukkan manusia ke dalam Syurga, maka beliau menjawab:

تقوى الله وحسن الخلق
“Ketakwaan kepada Allah dan juga akhlak yang baik” (HR. Tirmizi dan Ibnu Majah).

Keempat, taraf kemuliaan akhlak adalah barometer keimanan dan juga tolak ukur keilmuan seseorang. Rasulullah saw bersabda:

أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا وخياركم خياركم لنسائهم
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Rasulullah saw. juga pernah bersabda:
ولا يجتمع الشح والإيمان في قلب عبد أبدا
“Tidak akan berkumpul sifat kikir dan keimanan dalam hati seorang hamba selama-lamanya”. (HR. An-Nasai no. 3110).

Akhlak dan adab juga menjadi tolak ukur keilmuan, karena ilmu tanpa akhlak mulia maka ilmu itu bagaikan debu yang beterbangan, yang tak lagi ternilai di mata manusia dan jika tolak ukur keilmuan hanya pengetahuan semata maka Iblis lebih mulia karena dia lebih pintar, akan tetapi Allah menghinakannya disebabkan karena keangkuhan dan pembangkangannya ketika menolak Untuk sujud kepada Nabi Adam as, ini menunjukkan betapa pentingnya akhlak mulian dalam keimanan dan keilmuan.

Kelima, Akhlak yang mulia akan menambah derajat seseorang di syurga, Rasulullah saw bersabda:

إن من أحبكم ألي وأقربكم مني مجلسا يوم القيامة أحاسنكم أخلاقا
“Sesungguhnya yang paling aku cintai dan yang dekat majelisnya denganku di hari kiamat adalah yang paling baik budi pakertinya” (HR. Tirmidzi, no 1941).

 

oleh : Mursyidin Tamif, S.H.

Sumber:  Kitabul Jami’

Leave A Reply

Your email address will not be published.