DPW DKI Jakarta dan Depok

MIUMI Desak Pemerintah RI dan OKI Selamatkan Muslim Uyghur

15
Para pengurus MIUMI Pusat (dari kiri ke kanan); Ustadz Fahmi Salim (Wakil Ketua), KH. Hamid Fahmy Zarkasyi (Ketua) ustadz Bachtiar Nasir (Sekjen) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (Wakil Ketua)

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengecam dan mengutuk tindakan diskriminatif pemerintah komunis Cina terhadap etnis Muslim Uyghur.

Hal itu merupakan pelanggaran keras terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan hukum internasional, karena kebebasan beragama adalah salah satu Hak Asasi Manusia yang paling mendasar, sebagaimana ditegaskan oleh International Convenant on Social and Political Rights.

Oleh karena itu lembaga yang dipimpin KH. Hamid Fahmy Zarkasyi (ketua) dan Ustadz Bachtiar Nasir ini mendesak pemerintah Republik Indonesia (RI) dan negara-negara Islam anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) untuk bersikap tegas terhadap Cina.

 “Mendesak kepada negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk segera BERTINDAK TEGAS TERHADAP PEMERINTAH CINA demi untuk menyelamatkan saudara-saudara Muslim Uyghur dari penderitaan mereka dan kembali mendapatkan hak-hak sipil mereka” jelas Hamid Fahmy Zarkasyi melalui siaran pers yang ditandatangi bersama Sekjen MIUMI,  Kamis (20/12/2018).

“Mendesak dan menuntut pemerintah Indonesia untuk memainkan perannya sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia dalam membela nasib umat Islam di Uyghur, dan MEMBUAT PERNYATAAN SEBAGAI SIKAP RESMI PEMERINTAH dan umat Islam Indonesia yang mengecam dan mengutuk keras terhadap pemerintah Cina atas tindakannya yang snagat diskriminatif terhadap Muslim Uyghur”, imbuhnya.

MIUMI juga Menuntut pemerintah komunis Cina agar segera MENGHENTIKAN TINDAKAN DISKRIMINATIF DAN PELANGGARAN HAM terhadap Muslim Uyghur. Dan memberikan kebebasan bagi warga muslim Uyghur untuk menjalankan ajaran agamanya.

“Mengajak dunia Internasional untuk MENEGAKKAN HAM bagi seluruh umat manusia, dan memberikan tekanan kepada pemerintah komunis Cina untuk segera menghentikan tindakan diskriminatifnya terhadap Muslim Uyghur” lanjutnya.

Selanjutnya MIUMI Mendukung usulan Jerman yang mendesak PBB mengirim tim Komisi HAM untuk menginvestigasi pelanggaran yang dilakukan pemerintah Cina.

Terakhir Gus Hamid  menyeru dan mengajak seluruh tokoh  umat Islam dan tokoh nasional serta seluruh elemen umat dan bangsa untuk bersatu dan bergerak melakukan apa yang kita mampu untuk membela Muslim Uyghur. []

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.